Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri Iran menanggapi seruan Arab Saudi untuk tindakan global terhadap Iran. Republik Islam tersebut menyerukan kerajaan Saudi untuk menahan diri dari tuduhan tidak berdasar dan menyebar kebencian.
Pernyataan itu muncul sehari setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mendesak dunia untuk mengambil sikap tegas guna mengatasi upaya Iran untuk mengembangkan program rudal nuklir dan balistiknya.
"Kerajaan itu menekankan bahaya proyek regional Iran, campur tangannya di negara lain, pengembangan terorisme, mengipasi api sektarianisme, dan seruan untuk sikap tegas dari komunitas internasional terhadap Iran. Ini untuk menjamin penanganan terhadap upaya Iran dalam memperoleh senjata pemusnah massal dan mengembangkan program rudal balistiknya," kata Raja Salman dalam pidato tahunannya kepada badan penasihat pemerintah tertinggi.
Dalam konferensi pers virtual di Teheran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh mengatakan itu bukanlah pernyataan yang tidak wajar bagi penguasa Saudi untuk berkata seperti itu.
"Tapi saya percaya pesan Iran telah jelas. Rezim Saudi harus tahu bahwa perdamaian tidak dapat dicapai dengan membunuh rakyat Yaman, kawasan tidak dapat diatur melalui penyebaran Wahabisme dan kelompok takfiri, uang tidak dapat digunakan untuk melobi, dan sumber daya dunia muslim tidak bisa dihabiskan untuk mengkhianati Palestina," katanya.
"Selama penguasa Saudi tidak berbalik dari jalan yang salah ini, tidak akan ada prospek untuk memperbaiki situasi Saudi yang terisolasi bahkan di kawasan Teluk Persia."
Penguasa Saudi berusia 84 tahun itu juga mengatakan kepada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September bahwa dunia perlu memerangi ekspansionisme Iran. Arab Saudi dan Iran telah terlibat dalam beberapa perang proksi di wilayah tersebut selama bertahun-tahun.
Di Yaman, koalisi yang dipimpin Saudi telah memerangi gerakan Houthi yang berpihak pada Teheran selama lebih dari lima tahun. Pada Senin, juru bicara Iran juga mengirimkan pesan persatuan kepada negara-negara muslim di kawasan itu.
Khatibzadeh mengatakan menyakitkan bahwa wilayah itu berada dalam situasi yang seharusnya mereka membantu dan memajukannya tapi mengkhianatinya. "Berdasarkan keyakinan kami, tangan persahabatan Republik Islam masih terbuka untuk semua negara Islam," ujarnya.
"Kita semua akrab dengan rencana dan skema Saudi. Kita tidak memilih untuk menjadi tetangga tapi nyatanya kita bertetangga. Mereka tidak punya pilihan dan kita semua tidak punya pilihan, selain bersatu untuk memajukan wilayah ini."
Ketegangan di kawasan itu terus meningkat sejak Presiden AS Donald Trump pada Mei 2018 menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 dan secara sepihak menjatuhkan sanksi terhadap Iran. Arab Saudi dan sejumlah negara Arab lain sangat mendukung sanksi terhadap Iran. Presiden terpilih AS Joe Biden telah berjanji untuk kembali ke kesepakatan nuklir, tetapi dia akan berusaha menekan Iran atas kegiatan regional dan program rudal. (Aljazeera/OL-14)
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan militer besar jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal. AS kirim kapal induk ke Timur Tengah.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
Fokus utama kampanye ini adalah membuka akses bagi wisatawan, termasuk dari Indonesia, untuk menjelajahi sisi paling ikonik dari Arab Saudi.
HARI ini, Minggu, (8/2) yang bertepatan dengan 20 Syaban 1447 H, pemerintah Arab Saudi resmi mulai menerbitkan visa haji 2026 atau 1447 Hijriah.
TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu 'bernyanyi dan menari' untuk Israel.
Donald Trump mendesak Teheran segera berunding untuk mencapai kesepakatan baru terkait senjata nuklir atau bersiap menghadapi serangan dari AS.
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
Ustaz Zakaria menekankan bahwa aturan di Tanah Haram bukan untuk membatasi jemaah, melainkan menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved