Senin 26 Oktober 2020, 06:44 WIB

Jajak Pendapat: Dunia Arab Pilih Biden Ketimbang Trump

Basuki Eka Purnama | Internasional
Jajak Pendapat: Dunia Arab Pilih Biden Ketimbang Trump

AFP/Angela Weiss
Kandidat Presiden AS Joe Biden

 

KANDIDAT Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden lebih disukai dunia Arab ketimbang petahana Donald Trump menjelang pemilu AS, November mendatang. Hal itu terungkap dalam jajak pendapat yang dirilis Minggu (25/10).

Dari 3.097 responden dari 18 negara Timut Tengah dan Afrika Utara, sekitar 39% memilih Biden sementara hanya 12% yang mendukung Trump. Hal itu terungkap dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei Inggris YouGov bekerja sama dengan surat kabar harian Arab Saudi, Arab News.

"Ketika ditanya kandidat Presiden AS mana yang lebih baik untuk dunia Arab, mayoritas (49%) menyebut keduanya tidak masuk dalam deskripsi itu. Namun, Biden tetap dianggap sebagai opsi yang lebih baik ketimbang Trump," ungkap survei itu.

Baca juga: Trump Siap Lakukan Serangan Terakhir di New Hampshire

Pemilu AS pada 3 November itu menjadi perhatian di dunia Arab mengingat AS memegang peran kunci di wilayah itu.

Trump dipandang sebagai kandidat pilihan di sejumlah negara Arab, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, karena sejumlah alasan termasuk sikap keras Presiden AS itu terhadap Iran.

Berkebalikan dengan pendahulunya, Barack Obama, Trump juga mendukung para penguasa di Arab, termasuk Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, yang dituing melakukan sejumlah pelanggaran HAM.

Namun, jajak pendapat kali ini menunjukkan hal yang berbeda.

"Jika dunia Arab harus memilih presiden AS berikutnya, Biden akan menang telak," ujar Kepala YouGov Stephan Shakespeare.

"Namun, itu sebagian karena para responden tidak tahu banyak soal Biden. Hanya separuh dari responden yang mengaku pernah mendengar soal Biden. Hal itu berkebalikan dengan Trump yang telah diketahui oleh mayoritas responden," imbuhnya.

Seandainya Biden menang dalam Pilpres AS, sekitar 58% responden mengatakan mantan wakil presiden AS itu harus menjauhi kebijakan-kebijakan era Obama.

Trump mendapatkan dukungan dalam jajak pendapat itu karena membatalkan kesepakatan nuklir dengan Iran yang dibuat pemerintahan Obama serta memberlakukan sanksi keras terhadap Teheran. Meski begitu, hanya 17% responden yang menyebut sikap itu akan membuat kawasan menadi lebih aman.

Jajak pendapat itu juga menunjukkan bahwa keputusan Trump pada 2017 untuk memindahkan kedutaan besar AS di Israel ke Jerusalem sebagai kebijakan yang sangat tidak populer. Sebanyak 89% responden menentang kebijakan itu.

Jajak pendapat itu menyebut penguatan kaum muda, konflik Arab-Israel, dan pandemi covid-19 merupakan tiga hal yang diinginkan dunia Arab menjadi perhatian pemerintah AS yang baru. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP

Wisconsin dan Arizona Konfi rmasi Kemenangan Biden

👤MI 🕔Rabu 02 Desember 2020, 02:00 WIB
KETUA Komisi Pemilihan Wisconsin telah mengonfirmasikan hasil pemilihan setelah penghitungan ulang di dua kabupaten pada Senin...
AFP

Deforestasi Amazon Naik di Era Bolsonaro

👤MI 🕔Rabu 02 Desember 2020, 01:45 WIB
HUTAN Amazon di Brasil telah mengalami penghancuran terburuk di era Presiden Brasil Jair...
AFP

Kasus Covid-19 di Meksiko Memburuk

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 02 Desember 2020, 01:25 WIB
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyebut tren peningkatan kasus positif dan kematian akibat covid-19 di Meksiko dalam kondisi yang sangat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya