Minggu 20 September 2020, 09:46 WIB

AS Larang Tiktok dan Wechat, Tiongkok Berjanji Membalas

Basuki Eka Purnama | Internasional
AS Larang Tiktok dan Wechat, Tiongkok Berjanji Membalas

AFP/MARIO TAMA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA
Logo Tiktok terlihat di kantor perwakilan Tiktok AS di Culver City, California.

 

PEMERINTAH Tiongkok menyiapkan tindakan balasan terhadap pemerintah Amerika Serikat (AS) yang melarang aplikasi berbagi video TikTok dan aplikasi pembayaran elektronik dan media sosial WeChat.

Kalau AS tetap bertahan, Tiongkok pasti akan mengambil tindakan balasan yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan yang sah dua perusahaan Tiongkok itu. Hal itu dilansir Kementerian Perdagangan Tiongkok (Mofcom) lewat pernyataan yang beredar di sejumlah media setempat, Minggu (20/9).

Presiden AS Donald Trump melarang warganya menggunakan dua aplikasi buatan Tiongkok tersebut per 20 September 2020.

Baca juga: AS dan RI Tanda Tangani Kerangka Kerja Sama Infrastruktur

Larangan tersebut secara serius merusak hak perusahaan dan mengganggu tatanan pasar, ungkap Mofcom dikutip China Daily.

Mofcom menilai keputusan AS tidak berdasar dan dapat merusak kepercayaan investor internasional yang hendak berinvestasi di sana.

"Kami kecewa atas keputusan tersebut dan aplikasi ini diblokir bagi pengunduh baru mulai Minggu serta aplikasi ini dilarang mulai 12 November. Di AS, kami punya komunitas pengguna TikTok sebanyak 100 juta karena ini telah menjadi tempat hiburan, ekspresi pribadi, dan menjalin koneksi," kata manajemen TikTok perwakilan AS dikutip Xinhua.

Kementerian Perdagangan AS, Jumat (18/9), mengeluarkan keputusan bahwa aplikasi TikTok sudah tidak bisa ditemukan lagi di Apple Store dan Googgle Pay mulai Minggu (20/9).

Kemudian, mulai 12 November 2020, TikTok dan WeChat akan dilarang di negara adidaya itu.

Sebelumnya, TikTok berhasil merangkul perusahaan data internet asal AS Oracle. Saat ini, kesepekatan kedua perusahaan tersebut sedang menunggu persetujuan dari otoritas di Tiongkok dan AS. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP

Positif Covid-19 di California Tembus 3 Juta Kasus

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 19 Januari 2021, 19:05 WIB
Rata-rata, California telah menghadapi sekitar 500 kematian dan 40.000 kasus baru setiap hari selama dua minggu...
AFP/Sam Yeh

Militer Taiwan Jalani Latihan untuk Hadapi Tiongkok

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 19 Januari 2021, 15:31 WIB
Ancaman Tiongkok yang meningkat datang ketika tawaran ekonomi dan politik tidak membuahkan...
AFP

Pandemi Covid-19 Ungkap Kemiskinan Tersembunyi di Jepang

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 19 Januari 2021, 15:28 WIB
Kalangan ahli mengkhawatirkan kenaikan angka pengangguran di Jepang. Sebab, peningkatan 1% angka pengangguran berpotensi menyebabkan 3.000...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya