Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
EMPAT orag tewas akibat pohon tumbang saat badai Laura melanda Negara Bagian Louisiana, Amerika Serikat. Angin berkecepatan hingga 150mph (240km/h) menyebabkan kerusakan parah, dengan pemadaman listrik ke lebih dari setengah juta rumah dan sebuah kebakaran kimiawi dari pabrik industri. Tetapi gelombang laut setinggi 6 meter tidak terjadi karena badai bergerak lebih jauh ke timur. Laura dan badai lainnya Marco sebelumnya menyapu Karibia dan menewaskan 24 orang. Gubernur John Bel Edwards memberikan konferensi pers, Kamis sore (27/8 mengonfirmasikan empat kematian sejauh ini terkait badai.
Para korban, tewas dalam insiden terpisah oleh pohon yang tumbang di rumah mereka, termasuk seorang gadis berusia 14 tahun di daerah Leesville.
"Saya khawatir kita akan menemukan lebih banyak korban jiwa. Saya berharap dan berdoa itu tidak terjadi," kata Edwards.
Dia mengatakan badai Laura menyebabkan kerusakan bangunan. Kerusakan lebih disebabkan adanya angin kencang dibandingkan luapan air. Saluran listrik, jalan, dan jembatan menjadi perhatian besar dan harus diperbaiki. Akibat badai Laura, sebuah tongkang menabrak sebuah jembatan di Danau Charles, cukup dekat dengan tempat yang diduga kebakaran kimia klorin di pabrik industri sedang ditangani oleh layanan darurat.
Edwards mengatakan orang-orang harus menghindari jalan jika memungkinkan, karena jalur luar badai masih menyebabkan permukaan air yang tinggi dan angin. Sekitar 1.500 orang, termasuk pasukan Garda Nasional, dikerahkan dalam misi penyelamatan dan pembersihan.
Presiden Donald Trump akan mengunjungi daerah itu pada akhir pekan. Trump mengatakan dia telah bersiap untuk menunda pidatonya di Konvensi Nasional Partai Republik pada Kamis (27/8) malam untuk melakukan perjalanan ke wilayah itu.
"Kita mendapat sedikit keberuntungan. Badai sangat besar dan sangat kuat tetapi berlalu dengan cepat."
baca juga: Badai Laura Hantam Louisiana dengan Kecepatan 150 Mph
Wakil Presiden Mike Pence, yang bergabung dengan Trump di Fema, menambahkan badai besar dengan dampak yang menghancurkan, itu tidak seburuk yang diduga. Laura adalah salah satu badai terkuat yang pernah menghantam Pantai Teluk AS, dan menyerang pada kategori empat dengan kecepatan angin hingga 150mph (240km/jam). Laura kini telah diturunkan statusnya menjadi badai tropis dan telah menyeberang ke Arkansas. (BBC/OL-3)
Swis resmi bekukan ekspor senjata baru ke AS demi jaga netralitas di tengah perang Iran. Bern juga tutup ruang udara bagi penerbangan militer Washington ke Timur Tengah.
AS setujui syarat Iran untuk fokuskan negosiasi hanya pada program nuklir. Mediasi negara Teluk berhasil tekan Washington guna hindari konflik regional lebih luas.
Iran bantah klaim Trump soal negosiasi & ancam negara sekutu AS. Simak update terkini kondisi Pulau Kharg hingga dampak tewasnya Ali Khamenei di sini
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Bencana hidrometeorologi akibat dampak hujan deras disertai angin kencang tersebar di sejumlah kecamatan
Presiden Ferdinand Marcos menyatakan seluruh instansi pemerintah dalam kondisi siaga penuh untuk menyalurkan bantuan kapan pun diperlukan.
Fosil bayi pterosaurus 150 juta tahun lalu ditemukan di Jerman. Keduanya tewas akibat badai tropis di era Jurassic.
HONG Kong ditaksir menelan kerugian 2-3 miliar dolar Hong Kong (sekitar Rp4,15 triliun-Rp6,23 triliun) akibat diterjang Topan Wipha.
TOPAN Wipha melanda wilayah selatan Tiongkok pada Senin (21/7) dengan membawa angin kencang dan hujan deras.
Ketika terjadi badai matahari, geomagnet, dan ionosfer dalam intensitas kecil, sedang, atau besar, salah satu dampaknya dapat menurunkan akurasi posisi GPS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved