Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
Korea Selatan pada Jumat (21/8) mengatakan bahwa pemerintah bergerak cepat untuk mengamankan pasokan vaksin covid-19 melalui kerja sama internasional dan dalam negeri.
Langkah itu dilakukan ketika negara-negara di seluruh dunia berlomba untuk menemukan obat yang dapat memerangi pandemi covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 796.000 orang di seluruh dunia.
Dikutip Yonhap, para pejabat mengatakan pemerintah akan berpartisipasi dalam proyek pengembangan vaksin bersama internasional dan menjalin hubungan dengan perusahaan farmasi global terkemuka untuk mendapatkan jumlah vaksin covid-19 yang memadai.
Awalnya, Korea Selatan ingin mengamankan vaksin covid-19 yang dapat diberikan kepada 20 juta orang atau hampir 40% dari 51 juta penduduknya, dengan berpartisipasi dalam program global yang dikenal sebagai Fasilitas Akses Global Vaksin Covid-19. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan vaksin dan memberikannya secara adil kepada 20% populasi dunia.
Baca juga: Korea Selatan Kembali menutup Klub Malam dan Kafe
Pejabat Korea Selatan mengatakan tujuannya adalah untuk memvaksin semua orang di negara itu. Tetapi jika sulit untuk menginokulasi sekitar 70% dari populasi, maka dokter dan tenaga medis serta orang yang menderita gangguan kesehatan yang bisa mendapatkan vaksin terlebih dahulu.
Selain kerja sama internasional, Seoul berjanji untuk mendukung vaksin lokal dan upaya pengembangan obat. Bahkan jika pembuat obat dari luar negeri sudah mengumumkan terobosannya terlebih dahulu.
Pemerintah menyiapkan anggaran tambahan 193,6 miliar won atau USD163,4 juta yang disahkan oleh anggota parlemen pada Juli. Ada pun 83% dari dana tersebut telah digunakan untuk membantu pengembangan obat dan vaksin di daerah.
Tujuannya adalah untuk menghasilkan obat perawatan yang diproduksi secara lokal pada akhir tahun ini dan menyelesaikan pengembangan vaksin pada 2021.
Saat ini, otoritas kesehatan setempat telah menyetujui uji klinis untuk bahan terapi plasma yang dikembangkan bersama oleh National Institute of Health (NIH) dan GC Pharma. Selain itu, juga bahan kandidat obat antibodi yang dibuat oleh NIH dan Celltrion Inc. serta obat dari luar.
Sehubungan dengan vaksin, Seoul telah mengizinkan pengujian pada bahan yang sedang dikembangkan oleh Genexine, SK Bioscience, dan GeneOne Life Science. (Yonhap/OL-14)
Dinosaurus yang diberi nama Doolysaurus huhmini ini merupakan jenis neornithischian awal yang berhasil diidentifikasi melalui teknologi pemindaian CT canggih.
KRISIS energi akibat eskalasi perang di Timur Tengah memukul negara-negara besar di Asia. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyerukan kampanye hemat energi nasional akibat perang Iran
Korea Selatan raih status prioritas utama pasokan minyak UEA di tengah krisis energi 2026. 24 juta barel dikirim via rute alternatif.
Pemerintah Korea Selatan menyelidiki 1.868 penjualan tiket ilegal konser reuni BTS. Polisi dilibatkan untuk memberantas calo dan melindungi penggemar.
LUMINA resmi debut dengan single 안녕, Bintang (Hello, Bintang). Grup hybrid Indonesia-Korea ini usung konsep Magical High-teen dan inklusivitas.
Riset Travel Pulse Klook mengungkap Jepang, Korea, dan Tiongkok jadi primadona musim semi 2026.
Kerja sama ini merupakan langkah penting bagi UI untuk memperkuat perannya sebagai kampus unggul dan berdampak luas. “
Melalui kerja sama ini, program pelatihan, riset bersama, dan pengembangan kurikulum desain chip di universitas dapat diperkuat.
Kesepakatan besar ini diresmikan dalam ajang US-Indonesia Business Summit 2026 yang berlangsung di Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Goethe-Institut memandang bahasa, budaya, dan pendidikan sebagai sarana untuk menghubungkan orang-orang lintas disiplin dan lintas batas negara.
Penguatan juga akan menyasar pada pengawasan ruang siber yang saat ini menjadi medan baru berbagai pelanggaran hukum internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved