Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kemdiktisaintek dan NEDO Jepang Siap Bangun Industri Energi dan Teknologi Besar di Indonesia

Despian Nurhidayat
06/1/2026 16:38
Kemdiktisaintek dan NEDO Jepang Siap Bangun Industri Energi dan Teknologi Besar di Indonesia
Ilustrasi(MI/DESPIAN NURHIDAYAT)

KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi bersama NEDO (New Energy and Industrial Technology Development Organization), lembaga penelitian dan pengembangan teknologi Jepang yang fokus pada inovasi untuk mengatasi isu energi dan lingkungan, mengadakan acara Indonesia - Japan Workshop in new energy and industrial Technology. 

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian untuk menyiapkan industri di bidang energi baru dan teknologi di Indonesia. 

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa dengan kerja sama ini, diharapkan lahir penelitian yang mengarah ke industri energi baru dan teknologi. 

“Ini juga akan melibatkan pihak Danantara dengan salah satu industri BUMN yang ada di Indonesia dan juga industri-industri Jepang. Jadi ini adalah tripartit antara industri, peneliti, dan juga tentunya pemerintah dari Kemdiktisaintek,” ungkapnya di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Selasa (6/1). 

Lebih lanjut, nantinya kerja sama ini akan memilih beberapa tema besar yang memang saat ini sangat dibutuhkan di Indonesia atau mengarah kepada pendirian industri seperti silikon, solar cell, industri mineral, dan lainnya. 

“Jadi nanti diharapkan riset atau kajian yang akan berlangsung itu langsung fokus kepada pembangunan industri maju di Indonesia. Bukan lagi yang sifatnya riset dasar gitu. Jadi arahnya langsung ke sana, diharapkan dalam 1-2 tahun industri-industri itu langsung mampu memanfaatkan penguasaan teknologi yang dimiliki oleh Indonesia atau Jepang dan pendanaannya juga bersama-sama. Jadi join research fund, join research tapi risetnya sudah mengenal industri. Industri juga langsung terlibat dalam proyek ini dan kita tidak akan banyak, tetapi kita lebih memilih jumlahnya terbatas tetapi fokus,” tegas Brian. 

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Stella Christie, menekankan bahwa kerja sama ini sangat spesial karena memanfaatkan riset untuk memenuhi kebutuhan industri. 

“Mungkin saya berikan sedikit bayangan bahwa kita sangat butuh industri yang berbasis sains dan teknologi. Kalau kita hanya membangun industri tanpa sainsnya, berarti industri itu akan cepat ketinggalan. Sebaliknya, kalau kita membuat sainsnya tanpa memperhatikan industrinya, ini berarti penerapan atau pemakaian dari hasil sains tersebut tidak akan tersebar luas, tidak akan menjadi skala besar. Itulah kenapa industri dan sains teknologi itu harus menjadi satu kesatuan,” ujar Stella. 

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menjelaskan bahwa akan ada dua payung besar dalam kerja sama ini yaitu bidang industri dan teknologi. 

“Jadi dua itu payung besarnya. Tetapi tadi yang kami lihat mungkin sekitar 5-6 yang kita fokuskan untuk menjadi industri. Jadi sebetulnya sekarang kuncinya kita ini sebetulnya perusahaan-perusahaan kecil sudah banyak. Perusahaan besar juga tentunya banyak. Tetapi masih banyak yang terlibat di pengembangan teknologi. Kita ingin menubuhkan 5-6 industri kuat di mana pengembangannya berbasis teknologi. Nah pengembangan yang kita akan bekerja sama,” ujar Fauzan. 

“Karena memang kan sekarang kalau supply chain itu tidak bisa lagi. Cuma di dalam negeri harus ada hubungan dengan industri luar. Tetapi tidak semua industri luar juga bisa terbuka. Nah dengan NEDO ini karena mereka juga mengembangkan industri Jepang di dalam negeri dan sekarang Indonesia itu sebetulnya sangat kunci bagi Jepang untuk pengembangan juga market mereka. Jadi sebetulnya kita mengejar win-win di mana teknologinya itu memang sudah ada di Indonesia,” sambungnya. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Strategi Teknologi NEDO, Kikuo Kishimoto, mengatakan bahwa saat ini industri harus mampu mengatasi berbagai permasalahan sosial seperti energi, lingkungan, dan juga kesejahteraan hidup. 

“Jadi riset seharusnya berkontribusi ke arah tersebut dan kami berpikir tentang perkembangan baru bersama Indonesia. Kami berharap, bukan hanya melakukan riset, tapi kita juga berpikir tentang masa depan. Menciptakan dunia yang baik,” pungkas Kishimoto. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya