Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie mengungkapkan investasi terbesar yang harus dilakukan adalah di bidang sumber daya manusia (SDM) khususnya pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, pada Kamis (13/3).
Hal tersebut menurut Wamendiktisaintek Stella dapat terwujud melalui program semacam Future Talent Hub (FTH) yang merupakan kolaborasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan Pijar Foundation dan Temasek Foundation.
Program ini menawarkan pembelajaran daring dan kesempatan magang praktis untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan industri. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara akademisi dan industri dalam mencetak talenta masa depan yang siap bersaing di era digital.
Hal ini sejalan dengan fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yaitu penciptaan lapangan kerja di Indonesia, di mana ekosistem pendidikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Kemdiktisaintek mendorong para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk melakukan investasi di bidang SDM guna menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas di berbagai sektor.
Wamendiktisaintek menjelaskan bahwa terdapat dua faktor utama yang harus diperkuat kampus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yaitu research mindset serta specialized and adaptable workforce. Berdasarkan data World Intellectual Property Organization, Wamen Stella mengungkapkan Indonesia masih tertinggal dibandingkan Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Dalam hal human capital & research Indonesia berada di peringkat 91, business sophistication berada di peringkat 78, serta knowledge and technology output berada di peringkat 73.
“Kita harus belajar dari negara-negara tetangga yang menempatkan riset dan pengembangan teknologi sebagai prioritas utama dalam sistem pendidikannya,” ujar Wamen Stella.
Lebih lanjut, Wamendiktisaintek menyoroti pentingnya pendidikan vokasi dalam menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Tanpa sistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri, lulusan perguruan tinggi akan terus menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan.
“Jumlah pendidikan tinggi vokasi di Indonesia masih sangat rendah, hanya delapan persen. Padahal, di negara-negara maju seperti Jerman, Austria, dan Denmark, sistem apprenticeship atau pelatihan kerja di industri mencakup lebih dari 50 persen dari masa studi,” tukasnya.
Dia menekankan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin canggih sehingga menuntut sistem pendidikan di Indonesia untuk beradaptasi. Wamen Stella menyebut tiga keterampilan utama yang harus dikuasai oleh tenaga kerja masa depan yaitu AI literacy, ability to make exceptions, dan human-focused skills.
“Kita harus membangun generasi yang mampu memahami AI, memiliki keterampilan berpikir kritis, serta mengembangkan kecerdasan emosional yang tidak dapat digantikan oleh teknologi,” pungkas Wamen Stella. (H-2)
Stella menyoroti tantangan besar keluarga di era metropolitan, yakni dominasi gawai (gadget) yang mulai mengikis waktu berkualitas saat makan bersama.
Fauzan kemudian mengajak peserta untuk memikirkan kembali cara pengelolaan mesjid kampus agar tampil lebih segar dan profesional.
Stella mengutarakan masa kuliah merupakan waktu yang ideal untuk mengeksplorasi minat, mencoba hal-hal baru, dan tidak sekadar mengikuti arus.
WAKIL Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie optimis terhadap masa depan riset Indonesia.
Menurutnya, inovasi baru tidak akan tercipta tanpa adanya curiousity yang dijawab secara sistematis dengan riset.
Perlu literasi AI secara lengkap dengan pemahaman sistem algoritme data, termasuk sumber datanya, dan secara kritis menganalisanya.
Kombinasi kunjungan kampus dan industri ini bertujuan agar siswa memiliki bekal etika dasar saat nantinya aktif berorganisasi maupun memasuki dunia kerja.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Peningkatan kualitas lulusan tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh perguruan tinggi, melainkan membutuhkan kolaborasi erat dan berkelanjutan dengan dunia industri.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia dalam UK-Indonesia Education Roundtable di London.
Dosen juga harus mampu merencanakan studi lanjut, termasuk persiapan studi doktoral melalui skema beasiswa BPI dan PDDI.
Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) mendukung penuh atas pendirian ICPI-PU di lingkungan President University.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved