Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menekankan pentingnya interaksi langsung dalam keluarga sebagai fondasi utama pembangunan karakter dan kecerdasan anak. Pernyataan ini disampaikan dalam dalam paparannya pada Seminar Natal Nasional 2025, yang digelar di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi, Sabtu (3/1).
Wamen Stella menyoroti tantangan besar keluarga di era metropolitan, yakni dominasi gawai (gadget) yang mulai mengikis waktu berkualitas saat makan bersama.
Mengutip data statistik, Stella mengungkapkan bahwa rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu tiga jam delapan menit setiap hari untuk media sosial, dan melonjak hingga tujuh jam jika digabung dengan penggunaan internet secara umum. Angka ini bahkan lebih tinggi pada generasi Z yang mencapai empat jam khusus untuk media sosial.
"Banyak waktu kita, bahkan saat makan malam, dihabiskan masing-masing dengan layar. Padahal, makan malam adalah momen krusial dimana tidak ada alasan anak sedang sekolah atau orang tua bekerja di luar rumah," ujar Stella.
Stella memaparkan bukti empiris dari eksperimen Profesor DeLoach mengenai efektivitas pembelajaran pada balita. Hasil studi menunjukkan bahwa anak-anak yang belajar kosa kata baru melalui interaksi langsung dengan orangtua (parent only) jauh lebih unggul dibandingkan mereka yang menonton video edukasi, meskipun video tersebut ditonton bersama orang tua.
"Ada fenomena 10 ribu word gap pada usia lima tahun. Anak yang jarang berbincang dengan orang tuanya memiliki kosa kata yang lebih rendah, yang secara langsung memprediksi kemampuan belajar mereka di sekolah di masa depan," jelas Stella.
Selain itu, Stella juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa ingin tahu (curiosity) melalui tanya jawab yang berkualitas dengan mendorong orang tua untuk memberikan jawaban yang membangun struktur berpikir, bukan sekadar jawaban singkat yang menutup ruang diskusi.
"Bertanya dan menjawab adalah bentuk active learning. Jika anak hanya dibiarkan dengan gawai, mereka kehilangan kesempatan untuk belajar secara aktif karena gawai tidak bisa memberikan umpan balik langsung terhadap rasa penasaran mereka," tambah Stella.
Stella mengingatkan bahwa inti dari keluarga adalah penanaman nilai-nilai dan penciptaan kenangan bahagia. Dia mengingatkan bahwa jika komunikasi di meja makan digantikan oleh layar, maka nilai-nilai yang diserap anak bukanlah berasal dari orangtua, melainkan kurasi algoritma kecerdasan buatan (AI) dan media sosial.
"Keluarga adalah jangkar kemanusiaan. Kita adalah makhluk sosial yang dianugerahi kemampuan untuk bertukar pikiran. Jangan sampai kita menghilangkan anugerah tersebut. Mari kita mulai dari hal sederhana: makan bersama dan berbicara tanpa gawai," tegas Stella.(H-2)
Program Makan Bergizi Gratis terbukti meningkatkan konsentrasi, motivasi, dan prestasi belajar siswa melalui pemenuhan gizi yang optimal di seluruh daerah.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia harus berlandaskan nilai dan etika.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan niat menyumbangkan uang rampasan tindak pidana korupsi untuk riset dan dana LPDP, Wamendikti Stella Chistie sebut akan prioritaskan sektor mana
Wamendikti Saintek Stella Christie menyatakan dana riset pada tahun ini naik 218% daripada tahun sebelumnya
Indonesia-Swiss lakukan penguatan kemitraan strategis kedua negara dalam bidang pendidikan vokasi, penelitian, dan teknologi, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved