Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) menyita atau menguasai bahan bakar milik Iran yang akan menuju Venezuela. Sekitar 1,1 juta barel bahan bakar disita dengan bantuan mitra asing.
Washington mengatakan pengiriman itu melanggar sanksi AS yang diberikan kepada Venezuela.
Duta Besar Iran untuk Venezuela mengklaim, baik kapal maupun pemiliknya, bukanlah orang Iran.
Seorang hakim mengeluarkan surat perintah penyitaan kargo minyak dari empat kapal tanker tersebut setelah AS mengajukan gugatan pada bulan lalu.
Jumat malam, surat kabar Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa ancaman langkah hukum dan sanksi AS memaksa beberapa pemilik kapal Yunani yang mengelola pengiriman itu menyerahkan minyak dari Iran kepada pemerintah AS dalam beberapa hari terakhir.
Departemen Kehakiman AS mengatakan telah berhasil melakukan penyitaan dari pengiriman bahan bakar bernilai jutaan dolar itu.
“Properti yang disita ini sekarang dalam pengamanan AS,” kata pernyataan itu tanpa menyebutkan kapan atau tempat penyitaan itu terjadi.
Seorang pejabat senior AS mengatakan tidak ada kekuatan militer yang digunakan dalam penyitaan. AS mengancam pemilik kapal, perusahaan asuransi, dan kapten dengan sanksi guna memaksa mereka menyerahkan minyak.
Saat ini, tidak jelas keberadaan keempat kapal yang bernama Bella, Bering, Pandi, dan Luna. Duta Besar Iran untuk Venezuela Hojat Soltani menggambarkan laporan penyitaan itu sebagai ‘propaganda palsu’.
“Ini adalah kebohongan lain dan tindakan perang psikologis yang dilakukan mesin propaganda AS,” ujarnya di Twitter.
Ketegangan antara Iran dan AS meningkat sejak penarikan sepihak Washington pada 2018 dari kesepakatan nuklir penting dunia.
Washington pun menjatuhkan sanksi berat pada Iran dan Venezuela dengan memblokir ekspor minyak. AS ingin menjatuhkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan dan mengubah perilaku para pemimpin Iran.
Kekurangan pasokan BBM di Venezuela telah menjadi akut karena sanksi yang dijatuhkan AS. Negara itu telah mengalami keruntuhan ekonomi, tetapi Maduro tetap bertahan di posisi nya saat ini. (BBC/Hym/I-1)
Hakim Alvin Hellerstein pertimbangkan izin bagi Nicolas Maduro gunakan dana Venezuela untuk biaya hukum.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Venezuela dan AS sepakat bekerja sama mengembangkan sektor pertambangan. Reformasi hukum disiapkan untuk menarik perusahaan raksasa tambang global.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi yang dilakukan AS terhadap Venezuela dapat menjadi contoh dalam menghadapi dinamika kekuasaan di Iran.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Serangan rudal dan drone Iran hantam Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, melukai 10 tentara AS dan merusak sejumlah pesawat pengisi bahan bakar strategis.
Hubungan Netanyahu dan Kepala Mossad David Barnea dikabarkan retak akibat saling tuding terkait akurasi intelijen perang Iran dan isu kebocoran informasi di pusat keamanan.
Kelompok hacker Handala mengklaim telah membobol email pribadi Direktur FBI Kash Patel. Foto-foto santai hingga resume Patel disebar sebagai bentuk balas dendam.
Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
IRAN mengambil langkah tegas terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Terbaru, Garda Revolusi Iran menyatakan telah memaksa tiga kapal kargo untuk putar balik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved