Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
HUBUNGAN Israel dan Palestina kembali memanas. Tepatnya, setelah Israel berupaya menganeksasi wilayah Tepi Barat.
Situasi ini jelas merugikan kedua pihak dalam upaya melawan pandemi covid-19. "Sayangnya, situasi di lapangan dengan cepat dipengaruhi peningkatan tajam kasus covid-19 di Tepi Barat. Termasuk, Yerusalem bagian timur dan Israel," ujar utusan khusus PBB untuk perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov.
"Kita telah mundur jauh dari koordinasi yang terjalin pada awal tahun, saat gelombang pertama covid-19. Situasi ini berakibat serius pada upaya mengendalikan penyebaran virus dan berdampak pada kehidupan masyarakat," imbuh Mladenov.
Baca juga: Palestina Perpanjang Lockdown di Tepi Barat
Di tengah situasi krisis, lanjut dia, PBB menawarkan bantuan sebagai perantara kedua pihak. Ini juga mencakup upaya penananganan covid-19 dan bantuan terhadap pasien di Jalur Gaza yang terkepung.
"Namun, ada batasan untuk tindakan PBB dan organisasi lain. Setiap peningkatan tanggung jawab dalam konteks ini harus dibatasi dan diberi tenggat waktu. Serta tidak dirancang untuk menggantikan peran dan tanggung jawab otoritas Palestina atau Israel," pungkasnya.
Pernyataan Mladenov muncul beberapa jam setelah pasukan Israel menghancurkan bangunan pusat karantina covid-19 di kota Hebron, Tepi Barat. Warga lokal menyebut otoritas Israel sengaja meratakan bangunan seluas 700 meter.
Baca juga: Pangeran George Ulang Tahun, Istana Unggah Foto Menggemaskan
"Pusat (karantina) itu dipersiapkan selama tiga bulan terakhir. Pendudukan Israel sepertinya berusaha menyebarkan covid-19 di kota," tutur pemilik bangunan, Raed Meswada. Dia berpendapat pembongkaran pusat karantina sebagai bukti bahwa pendudukan Israel tidak peduli dengan pandemi covid-19.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan kasus covid-19 di Tepi Barat dan Jalur Gaza mencapai 10.923 orang, termasuk 67 kasus kematian. Sementara itu, otoritas kesehatan Israel melaporkan 50.714 kasus covid-19 dan 409 kematian.(Ant/OL-11)
Dino Patti Djalal soroti absennya poin Solusi Dua Negara dalam pidato Presiden Prabowo di Board of Peace Washington. Simak pesan penting pendiri FPCI ini.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Menlu RI Sugiono di sidang DK PBB New York menegaskan komitmen solusi dua negara, soroti krisis kemanusiaan Gaza dan kebijakan Israel di Tepi Barat.
Pengadilan Cili menelaah pengaduan kejahatan perang terhadap mantan penembak jitu Israel, Rom Kovtun, atas dugaan pelanggaran HAM saat bertugas di Gaza.
Kepala UNDP Alexander De Croo memperingatkan pembersihan 61 juta ton reruntuhan Gaza butuh 7 tahun. Sekitar 90% warga hidup di kondisi ekstrem dan berbahaya.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved