Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pemimpin Rusia dan Turki bertemu di Moskow pada Kamis setelah gelombang pertempuran di Suriah meningkatkan kekhawatiran atas bentrokan tentara mereka dan meluncurkan krisis imigran baru.
Dikutip dari AFP, Kamis (5/3), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia akan menantikan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyetujui segera gencatan senjata di Idlib, di barat laut Suriah di mana Ankara melawan pasukan rezim yang didukung Moskow.
Pertempuran sengit telah menewaskan puluhan tentara Turki di Idlib dalam beberapa pekan terakhir, ketika Ankara untuk pertama kalinya melancarkan serangan langsung terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad.
Serangan tersebut telah memaksa hampir satu juta warga sipil di Idlib untuk meninggalkan rumah mereka dan mendorong Erdogan untuk membuka perbatasan Turki dengan Yunani bagi para pengungsi dan imigran.
Turki menuntut dukungan Uni Eropa untuk tindakannya di Suriah dan beberapa di blok itu menuduh Erdogan menggunakan imigran sebagai 'pemerasan'.
Menjelang pembicaraan dengan Putin, Erdogan mengatakan ia berharap akan segera ada gencatan senjata yang dibuat di Idlib.
Ankara ingin pasukan Assad menghentikan serangan di provinsi itu, benteng pemberontak terakhir di Suriah, dan mundur di belakang garis yang disepakati berdasarkan kesepakatan 2018 dengan Rusia yang ditengahi di Sochi.
Turki telah lama mendukung kelompok pemberontak tertentu melawan Assad tetapi prioritasnya sekarang adalah untuk menghentikan gelombang pengungsi ke seberang perbatasan.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan kedua pemimpin akan membahas sebab dan akibat krisis dan "langkah-langkah bersama" yang bisa mereka setujui untuk meredakan situasi. (AFP/Nur/OL-09)
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Fenomena lithospheric dripping ini juga memperlihatkan suatu hubungan menarik antara pengangkatan dataran tinggi dan penurunan cekungan di area yang sama.
Penghentian penyelidikan antidumping oleh Turki menjadi penegasan atas meningkatnya kredibilitas produk baja nirkarat Indonesia di pasar internasional.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Presiden Donald Trump umumkan tarif impor 25% bagi negara mana pun yang berbisnis dengan Iran. Langkah ini diambil di tengah wacana opsi militer AS ke Teheran.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, membahas situasi Gaza dan rencana Pasukan Stabilisasi Internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved