Selasa 28 Januari 2020, 01:00 WIB

Palestina Kecam Rencana Trump

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Palestina Kecam Rencana Trump

(Photo by MOHAMMED ABED / AFP)
Para demonstran Palestina meneriakkan slogan terhadap Presiden AS Donald Trump selama protes menentang rencana perdamaian Timur Tengah

 

PERDANA Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh mendesak dunia internasional untuk memboikot 'rencana perdamaian' dari Presiden AS, Donald Trump, yang dinilai cenderung menguntungkan Israel.

"Rencana itu bertujuan melindungi Trump dari pemakzulan dan melindungi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dari ancaman penjara. Rencana itu bukan rencana perdamaian Timur Tengah karena membuat Israel berkuasa terhadap tanah Palestina," tegas Shtayyeh dalam pertemuan kabinet, kemarin.

"Kami mengimbau dunia internasional untuk tidak mendukung rencana itu yang melanggar hukum internasional. Kedaulatan bangsa Palestina tidak bisa diganggu gugat," tegasnya.

Shtayyeh menyatakan Presiden Palestina, Mahmud Abbas, akan rapat dengan para pemimpin Palestina untuk mendiskusikan cara terbaik dalam menghadapi rencana AS.

Ratusan warga Palestina kemarin juga berunjuk rasa di Gaza untuk menentang rencana Trump.

Trump kemungkinan akan menyampaikan 'rencana perdamaian' untuk Timur Tengah itu setelah menjamu Netanyahu dan pesaing politik Netanyahu, Benny Gantz, di Washington.

Pertemuan itu berlangsung ketika Trump sedang menghadapi sidang pemakzulan di Senat AS. Sementara itu, Netanyahu, yang tengah didakwa dengan tuduhan korupsi, akan berhadapan dengan Gantz pada pemilu bulan depan.

Adapun pihak Palestina tidak diundang ke Washington karena telah memutuskan hubungan dengan pemerintahan Trump akibat sikap Trump yang pro-Israel.

Rencana itu diperkirakan menjadi rencana paling menguntungkan yang pernah dibuat AS untuk Israel. Bocoran dokumen--yang dibantah Trump -- mengindikasikan AS akan mendeklarasikan permukiman warga Yahudi di daerah pendudukan Tepi Barat sah secara hukum.

Proposal itu juga memungkinkan AS mundur dari rencana pembentukan negara Palestina dengan ibu kota Jerusalem Timur, setelah Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel pada 2018.

Di sisi lain, diplomat Eropa menyatakan Uni Eropa tetap mendukung solusi dua negara.

Berujung kekerasan

Pemimpin Hamas, Ismail Haniya, telah memperingatkan bahwa rencana perdamaian Timur Tengah dari Trump 'tidak akan sukses' dan bisa berujung meledaknya kembali kekerasan di Palestina.

"Kami dengan tegas nyatakan rencana itu tidak akan sukses. Persekongkolan terbaru melawan warga Palestina akan gagal dan bisa membawa warga Palestina melanjutkan perlawanan terhadap Israel," ungkap Haniya.

Tidak lama setelah munculnya pernyataan Hamas, tentara Israel menyatakan sebuah roket telah ditembakkan dari Gaza, yang dikuasai Hamas, ke Israel.

Hamas tidak mengklaim serangan itu, tetapi memperingatkan bahwa 'telah tiba saatnya mengembalikan kedaulatan Palestina dengan tahap perjuangan baru melawan penjajah Israel'.

Hamas juga telah meminta dilakukannya perundingan bersama faksi Palestina lainnya di Kairo, termasuk kelompok Fatah pimpinan Abbas.(AFP/X-11)

Baca Juga

William WEST / AFP

Australia Setujui Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 5-11 tahun

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 05 Desember 2021, 13:25 WIB
Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan regulator medis telah memberikan persetujuan sementara untuk vaksin Pfizer-BioNTech yang akan...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Indonesia Tak Perlu Tanggapi Tiongkok untuk Setop Pengeboran di Natuna Utara

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 05 Desember 2021, 13:14 WIB
Tiongkok melakukan protes terhadap pemerintah Indonesia dan meminta agar pengeboran minyak dan gas di rig lepas pantai di Natuna Utara...
AFP/Frederick FLORIN

Prancis Catat Lebih dari 50.000 Kasus Covid-19 dalam Satu Hari

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 05 Desember 2021, 10:37 WIB
Sekitar 694 orang telah dirawat di rumah sakit dalam 24 jam terakhir, termasuk 119 orang yang sakit...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya