Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKANAN ekonomi akibat ketegangan militer di Timur Tengah mulai memicu ketidakpuasan publik di Amerika Serikat. Berdasarkan jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh Morning Consult, Kamis (12/3), hampir separuh warga AS menyalahkan kebijakan Presiden Donald Trump atas lonjakan harga bensin yang terjadi sepanjang awal tahun 2026.
Survei tersebut menemukan bahwa 74 persen warga Amerika menyadari ada kenaikan harga bahan bakar yang drastis. Dari angka tersebut, 48 persen responden menyatakan bahwa pemerintahan Trump bertanggung jawab langsung atas beban ekonomi yang harus mereka tanggung saat ini.
Jajak pendapat yang dilakukan secara daring terhadap 1.002 orang dewasa AS ini menunjukkan pembagian persepsi yang cukup kontras di masyarakat:
Survei ini memiliki margin kesalahan sekitar 3 poin persentase yang menunjukkan tingkat kepercayaan cukup tinggi terhadap sentimen negatif publik terhadap kebijakan energi saat ini.
Per 12 Maret 2026, rata-rata harga bensin di Amerika Serikat telah mencapai US$3,6 atau setara dengan Rp61.200 per galon. Harga ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode sebelum serangan AS terhadap Iran yang berada di angka US$2,9 (sekitar Rp49.300).
Lonjakan harga ini tidak lepas dari eskalasi militer yang dimulai pada 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap berbagai target di Iran, termasuk Teheran. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran yang menyasar pangkalan militer AS di Timur Tengah serta menyebabkan pengiriman energi melalui Selat Hormuz hampir terhenti total.
Meskipun publik mulai resah, pemerintah AS melalui Menteri Energi Chris Wright menyatakan bahwa gangguan di Selat Hormuz hanyalah peristiwa sementara. Wright menegaskan bahwa kenaikan harga energi saat ini adalah konsekuensi yang harus diterima demi kesuksesan operasi militer di kawasan tersebut.
"Kenaikan harga ini adalah harga kecil yang harus dibayar untuk operasi yang akan mengubah arah sejarah," ujar Wright dalam suatu pernyataan pekan lalu.
| Harga Saat Ini | US$3,6 (Rp61.200) |
| Harga Sebelum Konflik | US$2,9 (Rp49.300) |
| Pemicu Utama | Blokade Selat Hormuz dan Konflik Iran |
Krisis ini diperkirakan akan terus menjadi komoditas politik utama di Washington, terutama mengingat dampak inflasi energi yang mulai merembet ke sektor kebutuhan pokok lainnya di Amerika Serikat. (Axios/Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)
Presiden AS Donald Trump menyoroti risiko keselamatan yang mungkin mengintai para pemain timnas Iran selama turnamen Piala Dunia 2026 berlangsung.
FBI kirim memo peringatan potensi serangan drone Iran dari laut ke California.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Spanyol.
Ancaman Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasar energi global di tengah konflik dengan AS.
Biaya perang AS-Israel melawan Iran mencapai $11,3 miliar dalam satu minggu. Di tengah inflasi domestik, pengeluaran militer ini memicu kecaman keras dari Kongres.
IRGC Iran klaim rudal balistik hantam kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Oman hingga mundur. AS bantah dan sebut Operasi Epic Fury terus berjalan.
Iran klaim serangan rudal dan drone hantam kapal induk USS Abraham Lincoln hingga rusak berat.
Berapa harga satu rudal Tomahawk? Per Maret 2026, satu unit Tomahawk Block V mencapai Rp42,2 miliar. Simak rincian biaya operasionalnya di sini.
Siapa pembuat rudal Tomahawk? Simak profil Raytheon Technologies (RTX), raksasa pertahanan AS yang memproduksi rudal yang menghantam sekolah di Iran.
Investigasi terbaru mengungkap spesifikasi rudal Tomahawk AS yang menewaskan 175 orang di SD Shajarah Tayyebeh, Iran. Simak detail teknis dan penyebab kesalahan fatalnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved