Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING menyebarnya virus korona baru di Kota Wuhan, Tiongkok, yang telah menginfeksi ratusan orang dan menewaskan sekitar 17 orang, warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Wuhan atau yang ingin pergi ke kota tersebut diimbau memperhatikan kondisi kesehatan dan selalu menjaga higenitas tubuh.
Dikutip dari laman daring Kementerian Luar Negeri (Kemlu), sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan RI, KBRI Beijing mengimbau seluruh masyarakat Indonesia di Tiongkok untuk selalu waspada.
"Bagi seluruh masyarakat yang berada di Wuhan atau sedang melakukan perjalanan ke Wuhan agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan dan segera melakukan konsultasi medis apabila merasa tidak sehat dan menunjukkan gejala-gejala demam, batuk, dan sulit bernafas," ungkap Kemenlu, Kamis (23/1).
Baca juga: Tiongkok Hentikan Transportasi dari dan ke Wuhan
Tidak hanya itu, WNI juga dihimbau menghindari kontak dengan hewan hidup termasuk unggas dan burung dan menghindari mengonsumsi daging mentah dan kurang matang, serta menghindari berkunjung ke pasar ikan atau makanan laut dan tempat penjualan hewan hidup
"Menghindari berinteraksi dengan orang yang memiliki gejala demam, batuk, dan sukar bernafas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama dengan pneumonia," imbuh Kemenlu.
Kemenlu juga meminta agar WNI selalu menjaga higienitas seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker apabila sedang batuk dan pilek, dan menutup mulut dengan tisu saat batuk atau bersin.
Bagi masyarakat Indonesia yang memerlukan bantuan kekonsuleran dapat menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tiongkok No. 4, Dongzhimenwai Dajie, Chao Yang District, Beijing 100600, People's Republic of China atau menghubungi salah satu layanan komunikasi berikut.
Tel: 001-86-(10) 6532 5489
Fax: 001-86-(10) 6532-5368
Email: [email protected]
Sementara itu, berdasarkan laporan KBRI Beijing, sampai saat ini, tidak terdapat masyarakat Indonesia yang terjangkit penyakit pneumonia dimaksud, baik di Wuhan maupun di daerah lainnya. (OL-1)
WNI yang terbukti dengan kesadaran penuh terlibat dalam praktik penipuan daring tetap harus diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
ISU viral mengenai seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diketahui bergabung menjadi tentara aktif Amerika Serikat memunculkan pertanyaan serius soal hukum kewarganegaraan.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde disebut terus melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan secara berkala.
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
Konflik AS-Venezuela tidak hanya mengguncang stabilitas internal Venezuela, tetapi juga memunculkan kekhawatiran luas terkait berbagai hal, termasuk keselamatan WNI di sana.
Pemulangan 96 Warga Negara Indonesia/Pekerja Migran Indonesia (WNI/PMI) dari Arab Saudi dilakukan sebagai bagian dari upaya pelindungan negara.
Kemlu terus berupaya memantau situasi keamanan secara intensif dan meminta seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan.
INDONESIA memeroleh kepercayaan dari komunitas internasional untuk memainkan peran sentral dalam isu hak asasi manusia global.
PEMERINTAH Indonesia tidak menyebut nama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat menanggapi operasi militer yang menyebabkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Kemenlu RI menegaskan bahwa perwakilan Indonesia di Australia terus memantau situasi.
Kemenlu RI belum menerima informasi resmi yang mengonfirmasi adanya WNI yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved