Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin angkat suara soal upaya pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia mengatakan, pemakzulan presiden ke-45 AS itu didasarkan pada alasan yang dibuat-buat oleh Partai Demokrat yang menguasai DPR AS.
"Masih harus melalui Senat, di mana Partai Republik memiliki kursi mayoritas," ujar Putin, Kamis (19/12).
"Dan agaknya sulit mereka akan mencopot perwakilan partai mereka sendiri dari jabatan presiden, dengan dasar yang sepenuhnya dibuat-buat," tambahnya.
Berbicara saat konferensi pers, Putin menggambarkan peristiwa pemakzulan Trump di DPR AS tak ubahnya sebagai pertarungan politik antara Partai Demokrat dengan Partai Republik yang dipimpin Trump.
"Hanya kelanjutan dari pertarungan politik internal antara Demokrat dan Republik,” tutur Putin.
Putin mengindikasikan bahwa pemakzulan Trump hanya dalih yang digunakan oleh Demokrat untuk memakzulkan Trump setelah gagal memojokkannya atas klaim bahwa pemerintah Rusia campur tangan dalam pemilihan presiden AS 2016 lalu yang membawa kemenangan untuk Trump.
Baca juga : Sebelum Trump, Tiga Presiden AS Pernah Dimakzulkan
"Demokrat menuduh Trump bersekongkol dengan Rusia, dan kemudian ketahuan bahwa tidak ada persekongkolan seperti itu. Itu tidak bisa menjadi dasar dari pemakzulan. Lalu mereka menciptakan tekanan semacam itu pada Ukraina," terang Putin.
Putin pun tidak mempercayai bahwa dimakzulkannya Trump oleh DPR AS menandakan akhir kepemimpinan Trump sebagai Presiden AS. Hal tersebut tampak saat ia mencela wartawan yang mengajukan pertanyaan kepadanya seolah-olah kepemimpinan Trump telah berakhir.
Pemungutan suara yang digelar di DPR AS pada Rabu (18/12) malam, berhasil mengantongi dukungan mayoritas suara anggota parlemen untuk memasukkan pasal pemakzulan Trump, menjadikannya sebagai presiden ketiga AS yang dimakzulkan dalam sejarah AS.
Trump selanjutnya akan diadili oleh Senat AS yang dikuasai Partai Republik pada persidangan bulan depan.
Trump didakwa atas penyalahgunaan kekuasaan dan tindakan menghalangi penyelidikan Kongres dalam Skandal Ukraina. Ia dituduh telah membekukan 391 juta dollar AS bantuan militer Ukraina agar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersedia memenuhi permintannya yakni menyelidiki Joe Biden, calon pesaing utamanya di Pilpres AS 2020. (AFP/OL-7)
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PERWAKILAN Demokrat Al Green dari Texas mengatakan ia baru saja mengajukan Pasal-Pasal Pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump atas dugaan ancaman pembersihan etnis di Gaza.
EKS Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terbang tetap membantah bersalah dalam kasus yang jika terbukti dapat membuatnya dipenjara puluhan tahun.
Otoritas federal AS dan Kepolisian Capitol memperingatkan bahwa orang-orang yang terkait dengan kelompok milisi telah membahas serangan 4 Maret kepada Partai Demokrat.
Pimpinan minoritas Senat AS dari Partai Republik Mitch McConnell menyampaikan teguran pedas terhadap Donald Trump pada Sabtu (13/2), meskipun memberikan suara membebaskan Trump.
Donald Trump selamat dari persidangan pemakzulan kedua pada Sabtu (13/2). Senat AS membebaskannya atas tuduhan penghasutan penyerangan Gedung Capitol AS.
Tindakan Trump tidak melanggar hukum karena sesuai dengan Amandemen Pertama Konstitusi AS yang menjamin hak untuk kebebasan berbicara
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved