Kamis 19 Desember 2019, 13:55 WIB

Sebelum Trump, Tiga Presiden AS Pernah Dimakzulkan

Melalusa Susthira K | Internasional
Sebelum Trump, Tiga Presiden AS Pernah Dimakzulkan

AFP/various sources
Presiden Amerika Serikat yang pernah dimakzulkan searah jarum jam Andrew Johnson, Richard Nixon, Donald Trump, dan Bill Clinton

 

PEMUNGUTAN suara yang digelar DPR Amerika Serikat (AS) menjadi hari bersejarah bagi Presiden Donald Trump karena dia menjadi presiden ketiga AS yang dimakzulkan dalam sejarah negara itu.

Dua presiden AS sebelumnya, yakni Andrew Johnson pada dan Bill Clinton, juga pernah dimakzulkan. Adapun Richard Nixon nyaris dimakzulkan, namun ia memilih untuk lebih dulu mengundurkan diri.

Meskipun dimakzulkan, belum ada satu pun presiden AS yang berhasil dilengserkan dari kursi kekuasaan.

Berikut tiga presiden AS yang pernah tersangkut pemakzulan:

Andrew Johnson (1868)

Andrew Johnson (https://www.whitehouse.gov)

Andrew Johnson yang memimpin AS sejak 1866 hingga 1869 menjadi presiden pertama AS yang menghadapi pemakzulan.

Menurut sejarawan Brenda Wineapple dalam bukunya The Impeachers, Johnson pada dasarnya dimakzulkan karena merongrong pangkal persamaan ras.

Baca juga: Trump tidak Khawatir Soal Pemakzulan Dirinya

Namun, dalam hal konkretnya, Johnson dimakzulkan karena melanggar Tenure of Office Act dengan memecat Sekretaris Perang Edwin Stanton, tanpa persetujuan Senat pada 1867.

Sejatinya, Stanton memiliki peran penting dalam menentang serangan rasis terhadap hak pilih bagi mantan budak. Johnson kemudian menunjuk Jenderal Lorenzo Thomas untuk menggantikan posisi Stanton.

Namun, Johnson tetap memegang jabatan sebagai presiden AS ke-17 setelah pemungutan suara di Senat AS kekurangan satu suara yang membuatnya selamat dari pemakzulan.

Richard Nixon (1974)

Richard Nixon (https://www.whitehouse.gov)

Richard Nixon yang memimpin AS sejak 1969 hingga 1974 pernah nyaris dimakzulkan. Namun sebelum anggota dewan AS menggelar pemungutan suara untuk memakzulkannya, Nixon memilih untuk lebih dulu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden ke-37 AS pada 1974.

Nixon dari Partai Republik akan dimakzulkan karena tersandung skandal pembobolan Watergate pada 1972.

Skandal menghebohkan tersebut bermula dari ditangkapnya lima orang yang berusaha masuk ke markas besar Partai Demokrat yang terletak di Watergate Office Building, untuk memasang alat penyadap.

Setelahnya, berbagai bukti penyelidikan mengarah pada keterlibatan dan peran Nixon dalam konspirasi pembobolan tersebut, yang terkait dengan kampanye pemilihannya kembali sebagai presiden.

Bill Clinton (1998)

William J Clinton (https://www.whitehouse.gov)

William J Clinton atau Bill Clinton yang menjabat sebagai presiden AS selama dua periode dari 1993 hingga 2001, merupakan presiden kedua AS yang dimakzulkan. Ia tersangkut skandal seks Gedung Putih yang menggeparkan.

Kasus tersebut bermula dari gugatan pelecehan seksual yang dilayangkan Paula Jones pada 1994, saat Clinton masih menjabat sebagai Gubernur Arkansas.

Clinton juga tersandung kasus perselingkuhan dengan pegawai magang Gedung Putih Monica Lewinsky.

Ia dimakzulkan karena memberikan keterangan palsu di bawah sumpah, yakni membantah memiliki hubungan dengan perempuan tersebut. Ia juga didakwa menghalangi jalannya penyelidikan.

Namun, setelah berhasil dimakzulkan di tingkat DPR AS, Clinton gagal dimakzulkan di tingkat Senat AS karena tidak berhasil mengantongi dukungan mayoritas suara. (theguardian/OL-2)

Baca Juga

AFP/Saeed KHAN

New South Wales akan Perlonggar Pembatasan Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 25 November 2020, 12:34 WIB
NSW, negara bagian terpadat di Australia, mulai 1 Desember akan mengizinkan restoran, pub, dan kafe untuk meningkatkan...
Natalia KOLESNIKOVA / AFP

Vaksin Covid-19 Rusia Sputnik Diklaim 95% Manjur

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 25 November 2020, 11:32 WIB
Hasil Sputnik dihitung setelah 42 hari penelitian di mana 19 ribu peserta menerima dua dosis vaksin dan 21 ribu peserta menerima satu...
AFP/Daniel ROLAND

Pencalonan Janet Yellen sebagai Menkeu AS Direspon Positif

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 25 November 2020, 10:06 WIB
Yellen, yang selama menjabat sebagai Ketua Bank Sentral AS dianggap market friendly, diharapkan mampu membawa AS sukses dalam pemulihan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya