Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara (Korut) mengancam akan kembali menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan istilah "pikun" (dotard), setelah Presiden Trump lebih dulu kembali menjuluki Pemimpin Korea Utara KIm Jong Un dengan “pria roket” (rocket man).
Hal tersebut seolah berpeluang meningkatkan kembalinya perang kata-kata di tengah batas waktu negosiasi nuklir AS-Korut yang di ujung tanduk.
Saling sindir tersebut bermula ketika Trump di sela-sela KTT NATO di Inggris, mengindikasikan opsi militer masih terbuka untuk menanggapi aksi uji coba rudal Korut.
"Dia (Kim Jong Un) pasti suka menembakkan roket, bukan? Itu sebabnya saya memanggilnya 'Rocket Man'," ujar Trump, mengulangi salah satu panggilan yang disukainya untuk Kim, Selasa (3/12).
“Kami memiliki militer paling kuat yang pernah kami miliki dan sejauh ini, kami adalah negara paling kuat di dunia. Mudah-mudahan, kita tidak harus menggunakannya, namun jika kami harus melakukannya, kami akan menggunakannya," tambahnya.
Baca juga: Mantan Menlu AS Nyatakan Dukungan untuk Biden
Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son Hui kemudian bereaksi dengan keras dan mengatakan komentar Trump tersebut tidak menaruh rasa hormat kepada pemimpin negaranya.
"Jika ini dimaksudkan untuk membuat ekspresi yang mengingatkan pada keadaan dua tahun lalu ketika perang kata-kata terjadi, itu akan menjadi tantangan yang sangat berbahaya," tutur Choe dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita Korut, KCNA, Kamis (5/12) malam.
Mengacu pada pengulangan panggilan Trump terhadap Kim tersebut, Pyongyang lantas menyebut bahwa hal itu mengindikasikan penyakit pikun Trump sedang kambuh.
Sebelumnya, Rabu (4/12), Pyongyang memperingatkan bahwa jika AS menggunakan kekuatan militer untuk melawan Korut, pihaknya akan mengambil tindakan cepat yang sesuai di tingkat mana pun untuk membalasnya.
Seorang pejabat pemerintah Korut lainnya juga menyebut penggunaan angkatan bersenjata adalah bukan hak istimewa AS saja.
Pemerintah Korut telah menetapkan batas waktu akhir tahun bagi Pemerintah AS untuk menawarkan konsesi baru bagi perundingan nuklir mereka dan telah mengeluarkan serangkaian komentar yang kian tegas dalam beberapa pekan terakhir.
Adapun agenda pidato kenegaraan yang diberikan setiap tahun baru, akan disampaikan Kim pada 1 Januari mendatang.
Dialog antara AS dan Korut telah terhenti sejak runtuhnya pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam, Februari lalu. (AFP/OL-2)
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyebut perjanjian resiprokal tarif yang ditandatangani Indonesia dan AS justru mempunyai nilai strategis.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memuji putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif Donald Trump.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan perundingan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai titik temu yang dinilai saling menguntungkan.
INDONESIA membuka peluang besar bagi investasi Amerika Serikat di sektor mineral kritis, tetapi pemerintah berupaya menutup ekspor bahan mentah.
Ketegangan AS-Iran memuncak. Washington perintahkan evakuasi staf non-esensial dari Kedubes di Beirut menyusul ancaman serangan militer Donald Trump.
Hakim Aileen Cannon melarang publikasi laporan investigasi Jack Smith tentang dokumen rahasia di Mar-a-Lago, menyebutnya demi keadilan bagi Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump bersiap untuk opsi militer terhadap Iran jika negosiasi nuklir di Jenewa gagal.
Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor lebih tinggi bagi negara yang mengabaikan komitmen dagang pasca putusan Mahkamah Agung AS.
Mitra dagang Amerika Serikat (AS) di Asia menghadapi ketidakpastian baru setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif impor tambahan
Pasca-Mahkamah Agung AS menyatakan tarif impor ilegal, pemerintahan Trump justru meluncurkan kebijakan baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved