Selasa 22 Oktober 2019, 23:20 WIB

Rusia dan Turki Bicarakan Konflik di Suriah

Rusia dan Turki Bicarakan Konflik di Suriah

AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) sedang berbincang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin

 

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin kemarin berunding dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan soal konflik Suriah. Sebelumnya, Erdogan mengancam akan kembali memerintahkan militer Turki menyerang milisi Kurdi di Suriah.

Pertemuan keduanya terjadi di Sochi di selatan Rusia, hanya beberapa jam sebelum tenggat untuk penarikan mundur milisi Kurdi dari wilayah Suriah berdasarkan perjanjian yang dimediasi Amerika Serikat.

Putin, yang muncul sebagai penengah di Suriah, mengaku berharap akan ada jalan keluar untuk mengatasi masalah 'yang sangat parah' di utara Suriah.

"Saya berharap hubungan baik antara Rusia dan Turki akan menjadi dasar tercapainya solusi untuk masalah ini," ungkap Putin.

"Jika janji-janji yang diberikan kepada negara kami oleh Amerika Serikat tidak ditepati, kami akan melanjutkan operasi kami dengan kekuatan yang lebih besar," balas Erdogan.

Rusia dan Turki kini menjadi pemain asing utama dalam konflik Suriah. Rusia juga merupakan pendukung terkuat Presiden Suriah Bashar al-Assad. Hubungan Turki-Rusia membaik setelah Turki membeli senjata dari Rusia.

Posisi Moskow juga menguat setelah Presiden AS Donald Trump belum lama ini menyatakan menarik mundur pasukan AS dari Suriah.

Pengumuman Trump itu menjadi jalan bagi Turki dalam melancarkan serangan yang disebut operasi Peace Spring pada 9 Oktober. Pasukan Turki menyeberang masuk ke Suriah untuk menghancurkan milisi YPG Kurdi. Menurut Ankara, YPG adalah 'teroris' yang terkait dengan organisasi terlarang Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Bagi Ankara, operasi di Suriah tidak hanya bertujuan mengatasi masalah keamanan, tetapi juga menciptakan zona penyangga yang cukup besar untuk memukimkan kembali hingga 2 juta pengungsi Suriah yang kini ada di Turki.

Sementara itu, seorang pejabat senior Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang didominasi milisi Kurdi, mengatakan bahwa pasukannya tengah bersiap untuk mundur dari wilayah yang membentang sepanjang 120 km antara Kota Ras al-Ain dan Tal Abyad.

Adapun militer Turki mengatakan pihaknya mencatat setidaknya 125 kendaraan telah membawa para pejuang meninggalkan zona aman. (AFP/Uca/Hym/X-11)

Baca Juga

AFP/TOM HARRISON

Royal Mint Inggris Ungkap Potret Koin Raja Charles III

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 September 2022, 14:08 WIB
Royal Mint Inggris pada hari Jumat meluncurkan patung resmi Raja Charles III yang akan muncul di koin setelah aksesi ke...
AFP/ Sean Rayford

Ribuan Orang Terjebak Banjir saat Badai Ian Menghantam Florida

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 September 2022, 14:05 WIB
Ribuan warga Florida yang terperangkap di tengah rumah-rumah yang terendam...
AFP/Oliver Contreras

Biden Tegaskan tidak akan Pernah Akui Aneksasi Ukraina oleh Rusia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 30 September 2022, 09:57 WIB
"Kehendak sebeneranya dari warga Ukraina terlihat jelas setiap hari saat mereka mengorbankan jiwa raga untuk mempertahankan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya