Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin kemarin berunding dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan soal konflik Suriah. Sebelumnya, Erdogan mengancam akan kembali memerintahkan militer Turki menyerang milisi Kurdi di Suriah.
Pertemuan keduanya terjadi di Sochi di selatan Rusia, hanya beberapa jam sebelum tenggat untuk penarikan mundur milisi Kurdi dari wilayah Suriah berdasarkan perjanjian yang dimediasi Amerika Serikat.
Putin, yang muncul sebagai penengah di Suriah, mengaku berharap akan ada jalan keluar untuk mengatasi masalah 'yang sangat parah' di utara Suriah.
"Saya berharap hubungan baik antara Rusia dan Turki akan menjadi dasar tercapainya solusi untuk masalah ini," ungkap Putin.
"Jika janji-janji yang diberikan kepada negara kami oleh Amerika Serikat tidak ditepati, kami akan melanjutkan operasi kami dengan kekuatan yang lebih besar," balas Erdogan.
Rusia dan Turki kini menjadi pemain asing utama dalam konflik Suriah. Rusia juga merupakan pendukung terkuat Presiden Suriah Bashar al-Assad. Hubungan Turki-Rusia membaik setelah Turki membeli senjata dari Rusia.
Posisi Moskow juga menguat setelah Presiden AS Donald Trump belum lama ini menyatakan menarik mundur pasukan AS dari Suriah.
Pengumuman Trump itu menjadi jalan bagi Turki dalam melancarkan serangan yang disebut operasi Peace Spring pada 9 Oktober. Pasukan Turki menyeberang masuk ke Suriah untuk menghancurkan milisi YPG Kurdi. Menurut Ankara, YPG adalah 'teroris' yang terkait dengan organisasi terlarang Partai Pekerja Kurdistan (PKK).
Bagi Ankara, operasi di Suriah tidak hanya bertujuan mengatasi masalah keamanan, tetapi juga menciptakan zona penyangga yang cukup besar untuk memukimkan kembali hingga 2 juta pengungsi Suriah yang kini ada di Turki.
Sementara itu, seorang pejabat senior Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang didominasi milisi Kurdi, mengatakan bahwa pasukannya tengah bersiap untuk mundur dari wilayah yang membentang sepanjang 120 km antara Kota Ras al-Ain dan Tal Abyad.
Adapun militer Turki mengatakan pihaknya mencatat setidaknya 125 kendaraan telah membawa para pejuang meninggalkan zona aman. (AFP/Uca/Hym/X-11)
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Fenomena lithospheric dripping ini juga memperlihatkan suatu hubungan menarik antara pengangkatan dataran tinggi dan penurunan cekungan di area yang sama.
Penghentian penyelidikan antidumping oleh Turki menjadi penegasan atas meningkatnya kredibilitas produk baja nirkarat Indonesia di pasar internasional.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Presiden Donald Trump umumkan tarif impor 25% bagi negara mana pun yang berbisnis dengan Iran. Langkah ini diambil di tengah wacana opsi militer AS ke Teheran.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, membahas situasi Gaza dan rencana Pasukan Stabilisasi Internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved