Jumat 11 Oktober 2019, 14:03 WIB

Serangan Turki ke Suriah Picu Ribuan Warga Sipil Mengungsi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Serangan Turki ke Suriah Picu Ribuan Warga Sipil Mengungsi

AFP/Delil Souleiman
Warga sipil Arab dan Kurdi tiba di Kota Hassakeh, Suriah setelah militer Turki menggempur wilayah perbatasan Turki dan Suriah.

 

GUMPALAN besar asap mengepul ke langit di kota perbatasan Suriah, Tal Abyad, ketika Operasi Perdamaian Musim Semi Turki memasuki hari ketiga, Jumat (11/10), untuk membersihkan daerah itu dari teroris.

Armada tempur Turki menghantam wilayah itu dengan serangan udara dan tembakan artileri di tengah pertempuran sengit yang membuat warga sipil yang panik di kedua sisi perbatasan melarikan diri.

Puluhan ribu orang di Suriah berebut untuk menyelamatkan diri dari serangan, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, ketika serangan Turki terhadap Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi berlanjut dengan intensif di hari kedua, Kamis (10/10).

Rekaman daring menunjukkan penduduk yang menyelematkan diri dengan barang-barang mereka dimuat ke dalam kendaraan, dan beberapa bahkan melarikan diri dengan berjalan kaki.

Sementara agen-agen bantuan memperingatkan sekitar 450 ribu orang yang tinggal dalam jarak lima kilometer (tiga mil) dari perbatasan berada dalam risiko.

Charles Stratford dari Al Jazeera, melaporkan dari kota perbatasan Turki, Akcakale, mengatakan serangan bom Turki terkonsentrasi pada Tel Abyad, sebuah kota di sisi lain perbatasan yang telah tanpa listrik selama 24 jam terakhir.

Diluncurkan mulai Rabu, serangan darat dan udara Turki dimulai tiga hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pasukan AS akan ditarik dari posisi mereka di dekat perbatasan yang dikontrol milisi Kurdi Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sekutu utama Washington dalam perang melawan kelompok militan Islamic State (IS).

Tetapi Ankara melihat kehadiran SDF di dekat perbatasannya sebagai ancaman keamanan utama ketika kelompok tersebut dipelopori oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

Turki menganggap YPG sebagai organisasi teroris dan perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, yang telah melancarkan kampanye bersenjata berdarah selama puluhan di Turki.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Turki melaporkan seorang tentara Turki terbunuh dalam serangan militer di Suriah utara, menurit laporan TRT.

Angkatan bersenjata Turki dilaporkan telah menewaskan 49 lebih teroris YPG atau PKK selama serangan semalam. Total jumlah teroris yang terbunuh sejak dimulainya kampanye antiteror sekarang mencapai 277.

Dari markas PBB, utusan Rusia menuding rekayasa demografis koalisi anti-Daesh pimpinan AS di timur laut Suriah mendorong operasi militer Turki di daerah itu.

"Operasi ini adalah hasil dari rekayasa demografis yang dilakukan oleh beberapa mitra koalisi di timur laut Suriah," kata Vassily Nebenzia kepada wartawan di kantor pusat badan internasional di New York, AS.

"Sekarang, pada kenyataannya, koalisi menuai buah dari kebijakan demografis mereka di bagian Suriah," tambahnya.

Diplomat Rusia itu menyampaikan pidatonya setelah sidang Dewan Keamanan tentang situasi di Suriah. (AFP/OL-09)

Baca Juga

AFP/Peter PARKS

Hong Kong dan Taiwan Cabut Kewajiban Karantina bagi Pendatang

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 September 2022, 22:45 WIB
Kewajiban tes PCR 48 jam sebelum penerbangan ke Hong Kong akan diganti dengan tes antigen cepat, demikian pernyataan pers Kepala Eksekutif...
AFP

Banjir Mengerikan di Pakistan Tanda Krisis Iklim Global

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 24 September 2022, 17:15 WIB
Hujan monsun yang belum pernah terjadi sebelumnya membanjiri sepertiga negara itu menewaskan hampir 1.600 orang dan menggusur lebih dari...
AFP

Protes Kematian Mahsa Amini di Iran Kembali Bergejolak

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 24 September 2022, 17:00 WIB
Iran telah memberlakukan pembatasan ketat pada penggunaan internet dalam upaya untuk menghambat pengunjuk rasa berkumpul dan menghentikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya