Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar: Sejarah dan Makna 17 Ramadan

Media Indonesia
07/3/2026 05:26
Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar: Sejarah dan Makna 17 Ramadan
Ilustrasi.(Freepik)

BAGI umat Muslim, bulan Ramadan bukan sekadar waktu untuk menahan lapar dan dahaga, melainkan bulan Syahrul Quran atau bulannya Al-Quran. Namun, sering muncul pertanyaan, "Mengapa kita memperingati Nuzulul Quran setiap 17 Ramadan, sementara Al-Quran juga disebut turun pada malam Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir?"

Memahami kaitan antara Nuzulul Quran, Lailatul Qadar, dan tanggal 17 Ramadan memerlukan pemahaman mendalam tentang sejarah dan proses turunnya wahyu ilahi kepada Nabi Muhammad SAW. Berikut penjelasannya.

Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar

Secara teologis, para ulama menjelaskan bahwa Al-Quran turun dalam dua tahap. Pemahaman ini merupakan kunci untuk mengerti ada dua momentum penting terkait turunnya Al-Quran:

  • Tahap Pertama (Lailatul Qadar): Al-Quran diturunkan secara utuh dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah (Langit Dunia). Peristiwa ini terjadi pada malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
  • Tahap Kedua (Nuzulul Quran): Al-Quran diturunkan dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun. Wahyu pertama (Surah Al-Alaq 1-5) inilah yang diyakini jatuh pada tanggal 17 Ramadan di Gua Hira.

Sejarah 17 Ramadan: Awal Mula Wahyu di Gua Hira

Peringatan Nuzulul Quran pada 17 Ramadan merujuk pada momen pertama kali Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW. Saat itu, Nabi tengah berkhalwat (menyendiri) di Gua Hira. Jibril membawa wahyu pertama yang berbunyi, "Iqra! (Bacalah!)"

Baca juga: Prediksi Lailatul Qadar dari Imam Al-Ghazali, Asy-Syadzili, dan Al-Bajuri

Pemilihan tanggal 17 Ramadan juga diperkuat oleh pendapat beberapa ulama yang mengaitkannya dengan Surah Al-Anfal ayat 41 yang menyebutkan hari bertemunya dua pasukan (Perang Badar) sebagai Yaumul Furqan (hari pembeda). Perang itu jatuh pada 17 Ramadan.

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Jika 17 Ramadan ialah peringatan dimulainya wahyu ke bumi, Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan di mana takdir ditetapkan dan pahala dilipatgandakan. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mencari malam ini pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.

People Also Ask (FAQ)

1. Apakah Nuzulul Quran harus diperingati pada 17 Ramadan?
Secara historis, banyak ulama sepakat wahyu pertama turun pada tanggal tersebut. Namun, esensinya adalah meningkatkan interaksi dengan Al-Quran.

2. Apa amalan terbaik di malam Nuzulul Quran?
Membaca Al-Quran, memahami maknanya, shalat malam, dan memperbanyak doa.

3. Mengapa Lailatul Qadar dirahasiakan tanggalnya?
Agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah di seluruh malam terakhir Ramadan, bukan hanya terpaku pada satu malam.

Baca juga: Makna Malikul Mulk Dalil, Keutamaan Zikir, dan Cara Mengamalkannya

Checklist Amalan Menyambut Malam Kemuliaan

Amalan Keterangan
Tadarus Al-Quran Membaca dan mengkhatamkan Al-Quran selama Ramadan.
Itikaf Berdiam diri di masjid terutama pada 10 malam terakhir.
Doa Khusus Memperbanyak doa memohon ampunan (Allahumma innaka 'afuwwun...).
Sedekah Memberi kepada yang membutuhkan untuk melipatgandakan berkah.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Dengan memahami sejarah Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar, diharapkan umat Muslim dapat mengoptimalkan sisa hari di bulan Ramadan dengan ibadah yang lebih berkualitas dan penuh pemaknaan terhadap kitab suci Al-Quran. (I-2)

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya