Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Deteksi Dini: Kunci Utama Meningkatkan Harapan Sembuh Pasien Kanker

Basuki Eka Purnama
05/2/2026 10:07
Deteksi Dini: Kunci Utama Meningkatkan Harapan Sembuh Pasien Kanker
Ilustrasi(Freepik)

KANKER tidak lagi menjadi vonis medis yang menakutkan jika ditemukan sejak dini. Kemajuan teknologi medis saat ini menawarkan tingkat kesembuhan yang tinggi, asalkan masyarakat memiliki keberanian untuk melakukan deteksi dini sebelum sel kanker berkembang ke stadium lanjut.

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, mengungkapkan fakta krusial terkait penanganan kanker di Indonesia. Menurutnya, sekitar 70% kematian akibat kanker di tanah air justru dipicu oleh keterlambatan penanganan.

“Terdapat sekitar 400 ribu kasus baru setiap tahunnya. Ini bukan sekadar angka, melainkan tentang masa depan keluarga yang terdampak. Saat ini, kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) masih menjadi beban tertinggi,” ujar Murti dalam keterangan resmi, Kamis (5/2).

Selain berdampak pada kualitas hidup, kanker juga tergolong penyakit katastropik yang memerlukan biaya medis sangat besar. 

Data mencatat negara harus menggelontorkan anggaran sebesar Rp5,9 triliun untuk perawatan kanker. 

Murti menekankan bahwa beban ekonomi ini tidak hanya membebani anggaran negara, tetapi juga berdampak signifikan pada finansial keluarga pasien.

Target Skrining 40 Juta Perempuan

Guna menekan angka kematian dan beban pembiayaan tersebut, Kementerian Kesehatan meluncurkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker Payudara. Program ini diselaraskan dengan inisiatif Cek Kesehatan Gratis dari Presiden RI Prabowo Subianto, yang menargetkan skrining bagi 40 juta perempuan berusia di atas 30 tahun.

Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih adanya kesenjangan partisipasi yang lebar. 

Hingga saat ini, baru sekitar 4 juta orang yang melakukan skrining dari total target yang dicanangkan. Ia mengidentifikasi rasa takut dan penyangkalan (denial) sebagai penghambat utama.

“Dari 4 juta yang diskrining, ditemukan sekitar 1.700 kasus kanker yang membutuhkan pengobatan. Mayoritas kasus ini berpotensi selamat jika ditangani segera. Mari kita dorong seluruh sasaran untuk datang ke Puskesmas, jangan menunggu sakit,” tegas Budi Gunadi.

Menkes menambahkan bahwa stigma kanker sebagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan harus dikikis. 

“Kanker bisa disembuhkan, sama seperti penyakit lainnya. Masyarakat tidak perlu takut untuk memeriksakan diri. Jika diketahui di stadium satu, kesembuhan sangat mungkin terjadi,” ungkap Budi.

Kesaksian Penyintas

Senada dengan pemerintah, Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar memberikan apresiasi atas langkah pemerintah dalam menyediakan alat skrining hingga ke pelosok daerah. 

Sebagai seorang penyintas, Linda menekankan bahwa deteksi dini adalah alasan dirinya bisa tetap sehat hingga saat ini.

“Saya mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk datang ke Puskesmas terdekat. Jika kanker payudara ditemukan pada tahap awal dan diobati secara medis, Anda pasti akan sehat kembali. Saya adalah buktinya,” pungkas Linda.

Melalui sinergi antara fasilitas medis yang memadai dan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara rutin, diharapkan angka kematian akibat kanker di Indonesia dapat ditekan secara signifikan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik