Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

SWICC Luncurkan Kampanye Edukasi dan Deteksi Dini Kanker 2026, Sediakan 500 Skrining Gratis di Sentra Medika Cibinong

Indrastuti
14/2/2026 21:51
SWICC Luncurkan Kampanye Edukasi dan Deteksi Dini Kanker 2026, Sediakan 500 Skrining Gratis di Sentra Medika Cibinong
Ilustrasi(MI/INDRASTUTI)

MEMPERINGATI World Cancer Day yang jatuh pada 4 Februari 2026, Sentra Medika Hospital Group melalui Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC), Pusat Layanan Kanker Terlengkap pertama di wilayah Bogor Raya, Ciawi, Sukabumi, dan Depok, menggelar program kampanye besar bertajuk SWICC Stronger Together Journey dengan tema “Stronger in Awareness, Together in Detection”.

Kampanye ini merupakan rangkaian kegiatan berkelanjutan yang dimulai pada 4 Februari 2026 dan akan berakhir pada 14 Juli 2026 bertepatan dengan peringatan satu tahun berdirinya Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC). Rangkaian kegiatan mencakup Health Talk Series dan berbagai program edukasi serta deteksi dini kanker bagi masyarakat. Salah satu rangkaian acara pertama digelar dalam bentuk Health Talk bertajuk “Lindungi Diri dari Kanker Serviks & Payudara untuk Perempuan Indonesia Sehat” pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan Indonesia akan pentingnya deteksi dini kanker, terutama kanker serviks dan kanker payudara yang merupakan dua jenis kanker paling umum pada perempuan. Kanker sendiri merupakan penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pola hidup tidak sehat, faktor genetik, maupun keturunan.

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GCO) tahun 2022, tercatat sebanyak 1.018.110 penderita kanker di Indonesia, dengan 408.661 kasus baru serta 242.988 angka kematian. Kanker payudara dan kanker serviks menempati posisi teratas sebagai jenis kanker terbanyak pada perempuan, di mana sebagian besar kasus masih ditemukan pada stadium lanjut akibat rendahnya tingkat kesadaran masyarakat serta keterbatasan akses terhadap layanan deteksi dini.

Sebagai bentuk komitmen nyata, SWICC dan Sentra Medika Hospital Cibinong juga menyediakan 500 layanan skrining kanker gratis bagi masyarakat, dengan prioritas kepada individu yang memiliki riwayat atau potensi risiko kanker, melalui penyeleksian tahap skrining awal. Melalui rangkaian Health Talk Series dalam program SWICC Stronger Together Journey, peserta mendapatkan edukasi komprehensif mengenai pencegahan, pentingnya skrining, serta deteksi dini kanker serviks dan payudara.

Pembicara pada Health Talk ini diantaranya dr. Rian Fabian Sofyan, Supsp.Onk(K), dr. Ni Putu Merlynda Pusvita Dewi, Sp.PD-KHOM, dan dr. Yudi Andriansyah Putra, Sp.OG(K)Onk., M.Kes. Ketiga pembicara merupakan Dokter Onkologi berpengalaman yang tergabung dalam tim medis di Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC).

Sejak diresmikan pada Juni tahun lalu, Suherman Widiadiatomo Integrated Cancer Center (SWICC) yang berada di bawah naungan Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong, telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sebagai pusat layanan kanker terintegrasi pertama di wilayah Bogor Raya (Kota/Kabupaten Bogor, Depok, Cianjur, dan Sukabumi), SWICC hadir untuk memangkas jarak dan antrean panjang yang selama ini menjadi kendala bagi pasien kanker.

Perkembangan dan Fasilitas Mutakhir

Direktur RS Sentra Medika Cibinong, dr. Lanjar Sugiyanto, MARS, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi. Saat ini, poliklinik spesialis seperti Hemato-Onkologi (Penyakit Dalam) dan Bedah Onkologi telah melayani lebih dari 100 pasien setiap bulannya.

SWICC menawarkan layanan one-stop services yang meliputi:

  • Promosi & Edukasi: Memberikan informasi akurat untuk menangkal hoaks seputar kanker.
  • Deteksi Dini (Screening): Fasilitas USG, Mamografi, dan Pap Smear.
  • Diagnosis Medik: Penegakan diagnosis oleh tim ahli.
  • Terapi Terintegrasi: Meliputi Bedah Onkologi, Kemoterapi, hingga Terapi Target (Targeted Therapy).
  • Radioterapi (Onkologi Radiasi): Dilengkapi dengan peralatan paling modern dan canggih, yang merupakan satu-satunya fasilitas di wilayah Bogor Raya.

Dr. drg. Eddy Suharso S.H. M. Kes selaku Presiden Direktur Sentra Medika Hospital Group menekankan bahwa fokus utama SWICC saat ini adalah kanker payudara dan kanker serviks, mengingat kedua jenis kanker ini masih mendominasi kasus di Indonesia.

"Tidak ada negara yang sehat jika masyarakatnya sakit, dan tidak ada masyarakat yang sehat jika ibunya sakit. Itulah mengapa kami sangat konsen pada kesehatan wanita," ujarnya.

Sangat disayangkan bahwa 70% pasien yang datang masih dalam kondisi stadium lanjut (Stadium 3 atau 4). Padahal, jika terdeteksi pada Stadium 1, angka harapan hidup (survival rate) 5 tahun bisa mencapai hampir 100%.

Tantangan Layanan Radioterapi BPJS Kesehatan

Meskipun hampir semua layanan di SWICC sudah dapat diakses oleh peserta JKN (BPJS Kesehatan), layanan Radioterapi saat ini masih dalam proses perizinan di BPJS Kesehatan Kantor Pusat.

Dr. dr. Yadi Permana, Sp.B(K)Onk, dokter spesialis bedah onkologi, menjelaskan urgensi izin ini. "Pasien radiasi harus menjalani terapi setiap hari (Senin-Jumat) selama sekitar 4 minggu. Sangat berat jika pasien dari Bogor atau Depok harus setiap hari ke Jakarta hanya untuk radiasi, padahal alat tercanggih sudah ada di sini," jelasnya. 

Pihak rumah sakit berharap dukungan media dan pemerintah agar proses administratif ini segera tuntas demi kepentingan masyarakat luas. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya