Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA kedokteran nuklir telah mencapai tonggak sejarah baru pada tahun 2026 ini dengan kehadiran teknologi Biograph Vision Quadra. Sebagai sistem PET/CT scan whole-body pertama di Asia, teknologi ini membawa harapan baru dalam perang melawan kanker melalui deteksi yang jauh lebih dini, lebih cepat, dan lebih aman bagi pasien.
Ketepatan diagnosis adalah kunci utama dalam keberhasilan pengobatan kanker. Semakin cepat sel kanker ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan pasien. Biograph Vision Quadra hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan fitur-fitur yang melampaui standar pemindaian konvensional.
Biograph Vision Quadra adalah pemindai PET/CT (Positron Emission Tomography/Computed Tomography) generasi terbaru yang dikembangkan oleh Siemens Healthineers. Perbedaan mendasar alat ini dibandingkan PET/CT standar terletak pada bidang pandang aksialnya atau Long Axial Field of View (LAFOV).
Jika alat standar hanya memiliki cakupan sekitar 20-32 cm, Biograph Vision Quadra memiliki cakupan hingga 106 cm. Hal ini memungkinkan alat untuk memindai area dari puncak kepala hingga paha secara simultan dalam satu posisi tanpa perlu menggerakkan tempat tidur pasien berkali-kali.
Teknologi ini tidak hanya menawarkan gambar yang lebih jernih, tetapi juga mengubah paradigma pemeriksaan diagnostik melalui tiga pilar utama:
Pada pemindai PET/CT konvensional, pasien biasanya harus berbaring diam selama 20 hingga 30 menit. Dengan Biograph Vision Quadra, proses pemindaian seluruh tubuh hanya memerlukan waktu sekitar 4 menit. Kecepatan ini sangat menguntungkan bagi pasien yang merasa tidak nyaman berada di ruang sempit (klaustrofobia) atau pasien yang mengalami nyeri hebat sehingga sulit berbaring lama.
Berkat teknologi detektor digital berbasis silikon (SiPM) dan cakupan aksial yang luas, alat ini memiliki sensitivitas hingga 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan alat standar. Kemampuan ini memungkinkan dokter mendeteksi lesi kanker yang sangat kecil, bahkan hingga ukuran 0,4 cm. Deteksi pada skala mikro ini sangat krusial untuk menentukan stadium kanker (staging) dan mendeteksi kekambuhan secara dini.
Salah satu kekhawatiran pasien saat menjalani pemindaian adalah paparan radiasi. Biograph Vision Quadra mampu menghasilkan kualitas gambar yang superior dengan dosis radiopharmaceutical (zat radioaktif) yang jauh lebih rendah, berkurang hingga 50-75 persen dibandingkan teknologi lama. Hal ini menjadikan prosedur ini jauh lebih aman, terutama bagi pasien anak-anak atau pasien yang perlu menjalani pemindaian berulang.
| Fitur | PET/CT Scan Standar | Biograph Vision Quadra |
|---|---|---|
| Bidang Pandang (Axial FOV) | 20 - 32 cm | 106 cm |
| Waktu Pemindaian | 20 - 30 Menit | 4 - 10 Menit |
| Kemampuan Deteksi Lesi | Minimal 1 cm | Hingga 0,4 cm |
| Dosis Radiasi | Standar | Lebih rendah 50-75% |
Dalam bidang onkologi, Biograph Vision Quadra memegang peran vital dalam strategi Theranostics. Istilah ini merujuk pada integrasi antara diagnosis dan terapi tertarget. Dengan visualisasi yang sangat akurat, dokter dapat menghitung dosis terapi radiofarmaka secara spesifik untuk setiap pasien, memastikan pengobatan tepat sasaran ke sel kanker tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
Selain kanker, teknologi ini juga digunakan secara luas dalam:
Hingga tahun 2026, layanan Biograph Vision Quadra telah tersedia di Indonesia, salah satunya di RS EMC Grha Kedoya, Jakarta Barat. Kehadiran alat ini memastikan masyarakat Indonesia tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk mendapatkan diagnosis kanker paling akurat.
Estimasi biaya untuk pemeriksaan PET/CT scan dengan teknologi Quadra ini berkisar antara Mata Uang Rupiah 17.500.000 hingga Mata Uang Rupiah 18.500.000. Biaya ini mencakup prosedur pemindaian namun biasanya belum termasuk biaya konsultasi dokter spesialis atau pemeriksaan laboratorium tambahan jika diperlukan.
Biograph Vision Quadra mewakili puncak teknologi pencitraan molekuler saat ini. Dengan kombinasi kecepatan, sensitivitas tinggi, dan keamanan radiasi, alat ini menjadi senjata utama dalam deteksi dini kanker dan perencanaan terapi yang lebih personal. Bagi pasien, ini berarti harapan untuk diagnosis yang lebih akurat dan hasil pengobatan yang lebih optimal demi kualitas hidup yang lebih baik.
Tidak. Prosedur ini non-invasif. Pasien hanya akan menerima suntikan zat radioaktif (tracer) melalui pembuluh darah sebelum pemindaian dilakukan. Selama proses scan, pasien hanya perlu berbaring tenang.
Karena banyak jenis kanker yang sudah mulai menyebar (metastasis) meskipun ukurannya masih sangat kecil. Deteksi dini pada ukuran mikro memungkinkan intervensi medis dilakukan jauh sebelum kanker menyebar luas ke organ vital.
Ya, sangat aman. Berkat sensitivitas detektor yang tinggi, dosis radiasi dapat ditekan hingga level minimal yang aman bagi pasien pediatrik tanpa mengurangi kualitas diagnosis.
Hasil interpretasi oleh dokter spesialis kedokteran nuklir biasanya memerlukan waktu 1 hingga 3 hari kerja untuk memastikan analisis data 3D yang dihasilkan benar-benar akurat.
(H-3)
Studi terbaru mengungkap lonjakan kematian akibat kanker usus besar pada dewasa muda. Jangan abaikan nyeri perut dan perubahan pola BAB. Simak selengkapnya.
Kematian James Van Der Beek di usia 48 tahun menyoroti tren kenaikan kanker usus pada orang dewasa muda. Simak gejala "bendera merah" yang harus diwaspadai.
Ilmuwan temukan cara baru deteksi kanker serviks lewat darah menstruasi. Metode non-invasif ini tawarkan akurasi tinggi dan kenyamanan skrining dari rumah.
Pasien sering datang dengan kondisi umum yang sudah menurun sehingga mempersulit proses tindakan dan pemulihan.
Kemajuan teknologi medis saat ini menawarkan tingkat kesembuhan yang tinggi, asalkan masyarakat memiliki keberanian untuk melakukan deteksi dini kanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved