Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Belajar dari James Van Der Beek, Mengapa Kanker Usus Kini Semakin Banyak Menyerang Usia Muda?

Thalatie K Yani
12/2/2026 06:40
Belajar dari James Van Der Beek, Mengapa Kanker Usus Kini Semakin Banyak Menyerang Usia Muda?
Kematian James Van Der Beek di usia 48 tahun menyoroti tren kenaikan kanker usus pada orang dewasa muda. Simak gejala "bendera merah" yang harus diwaspadai.(IMDB)

KABAR duka menyelimuti dunia hiburan saat aktor James Van Der Beek meninggal dunia pada Rabu (11/2), di usia 48 tahun. Bintang Dawson’s Creek tersebut berpulang setelah dua setengah tahun berjuang melawan kanker usus besar (kolorektal). Kepergiannya kembali membunyikan alarm mengenai tren kenaikan kasus kanker usus yang mengkhawatirkan pada orang dewasa di bawah usia 50 tahun.

Istrinya, Kimberly Van Der Beek, mengonfirmasi kabar tersebut melalui Instagram. "James David Van Der Beek yang kami cintai telah berpulang dengan tenang pagi ini," tulisnya. "Ia menghadapi hari-hari terakhirnya dengan keberanian, iman, dan keanggunan."

Fenomena yang Membingungkan Pakar Medis

James didiagnosis pada usia 46 tahun, sebuah kelompok usia yang menurut data American Cancer Society mengalami peningkatan kasus sebesar 2% setiap tahunnya. Kini, satu dari lima orang yang didiagnosis kanker usus berusia di bawah 55 tahun.

Dr. Aparna Parikh, spesialis onkologi dari Mass General Brigham Cancer Institute, menyebutkan adanya pergeseran epidemiologi yang nyata. Meski faktor gaya hidup seperti obesitas, daging olahan, dan alkohol sudah lama diketahui, banyak pasien muda saat ini justru berasal dari kalangan yang tampak sehat.

"Apa yang benar-benar membingungkan adalah sebagian besar pasien yang kami temui tidak kelebihan berat badan," ungkap Dr. Parikh. "Mereka muda, sehat, dan aktif, yang menurut saya benar-benar membuat kita bertanya-tanya tentang apa yang ada di lingkungan kita yang mendorong hal ini. Sayangnya, James adalah contoh sempurna untuk itu."

Waspadai Gejala "Bendera Merah"

Pakar kesehatan menekankan deteksi dini adalah kunci keberhasilan pengobatan. Kanker usus sering kali tidak menunjukkan gejala hingga penyakitnya menyebar. Oleh karena itu, skrining rutin sangat disarankan bagi orang dewasa mulai usia 45 tahun melalui analisis feses atau kolonoskopi.

Dr. Parikh memperingatkan agar masyarakat dan tenaga medis tidak mengabaikan gejala yang sering dianggap remeh, atau yang disebut sebagai gejala "bendera merah":

  • Perubahan pola buang air besar (diare terus-menerus).
  • Adanya darah pada feses (sering kali salah didiagnosis sebagai ambeien).
  • Anemia yang tidak dapat dijelaskan.
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja.
  • Kelelahan ekstrem dan kram perut.

"Saya pikir lebih baik bersikap terlalu berhati-hati terhadap gejala-gejala tersebut karena tubuh orang muda yang sehat dapat menanggung banyak hal, sehingga gejala sering kali diabaikan sebelum akhirnya muncul (sebagai penyakit berat)," tambah Dr. Parikh.

Memahami riwayat kesehatan keluarga juga sangat vital untuk menentukan apakah seseorang perlu melakukan skrining lebih awal. Dengan meningkatnya kasus pada usia produktif, kesadaran untuk mendengarkan sinyal dari tubuh sendiri menjadi perlindungan terbaik dalam menghadapi penyakit ini. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya