Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Siloam TB Simatupang Perkuat Deteksi Dini Kanker Lambung dan Pencernaan

Despian Nurhidayat
14/2/2026 13:01
Siloam TB Simatupang Perkuat Deteksi Dini Kanker Lambung dan Pencernaan
ilustrasi(Siloam TB Simatupang)

Siloam Hospitals TB Simatupang meningkatkan layanan deteksi dini dan penanganan kanker, khususnya pada sistem pencernaan, sebagai bagian dari penguatan layanan medis yang terintegrasi. Momentum ini sejalan dengan peringatan World Cancer Day pada 4 Februari yang mengusung tema United by Unique, yakni pendekatan yang menekankan kebutuhan penanganan kanker secara personal sesuai kondisi tiap pasien.

Rumah sakit tersebut kini menghadirkan layanan deteksi dini gangguan lambung dan saluran cerna melalui pemeriksaan Urea Breath Test (UBT) dan endoskopi, serta dukungan tenaga spesialis gastroenterohepatologi dan bedah digestif untuk penanganan lanjutan.

Lebih dari setengah populasi dunia diketahui terinfeksi bakteri Helicobacter pylori (H pylori), yang hidup di lapisan mukosa lambung dan dapat memicu berbagai gangguan seperti gastritis, tukak lambung, hingga komplikasi serius seperti limfoma MALT dan kanker lambung. Bakteri ini telah diklasifikasikan sebagai karsinogen kelas I oleh International Agency for Research on Cancer (IARC).

Setiap tahun, sekitar satu juta kasus kanker lambung terdiagnosis secara global, dengan angka kematian mencapai 700.000 jiwa. Karena gejala awalnya sering tidak spesifik, diagnosis sering terlambat dan berdampak pada rendahnya tingkat kelangsungan hidup pasien.

Dokter penyakit dalam bidang gastroenterohepatologi, David Reinhard Sumantri Samosir, menjelaskan bahwa infeksi H pylori dapat dideteksi melalui metode non-invasif seperti UBT maupun prosedur invasif seperti endoskopi dan biopsi.

“UBT menjadi pilihan utama karena memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi, baik untuk mendeteksi infeksi maupun mengevaluasi keberhasilan terapi,” jelasnya.

Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa infeksi H. pylori dapat meningkatkan risiko terbentuknya polip di usus besar yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

Peran Endoskopi dan Operasi dalam Penanganan Kanker

Selain UBT, pemeriksaan endoskopi seperti gastroskopi dan kolonoskopi tersedia untuk membantu diagnosis lebih lanjut. Pada kasus tertentu, terutama kanker kolorektal, tindakan operasi oleh subspesialis bedah digestif dapat menjadi terapi utama. Strategi penanganan kanker saluran cerna sangat bergantung pada kondisi pasien, ukuran tumor, dan tingkat penyebarannya.

“Jika penyebaran belum luas, operasi kuratif dapat dilakukan untuk mengangkat jaringan tumor dan menurunkan risiko kekambuhan,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa deteksi dini sangat berperan dalam meningkatkan keberhasilan terapi, misalnya melalui skrining darah samar pada feses atau penanda tumor seperti CEA.

Pendekatan Terpadu untuk Layanan Pencernaan

Hospital Director Siloam TB Simatupang, Dewi Wiguna, menyatakan bahwa rumah sakit menyediakan layanan komprehensif untuk diagnosis dan penanganan kanker pencernaan. Pendekatan ini menggabungkan UBT, endoskopi, dan pemeriksaan penanda tumor seperti CEA dan CA 72-4 dalam satu sistem layanan terpadu.

“Dengan dukungan tim multidisiplin, kami berupaya memberikan layanan yang terpersonalisasi dan berfokus pada keselamatan pasien,” ujarnya.

Layanan UBT dan endoskopi juga terbuka bagi pasien rujukan dari rumah sakit lain. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya