Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
UREA breath test (UBT) atau tes napas urea merupakan pemeriksaan terkini untuk mendiagnosis kanker lambung (peptic ulcer) yang disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori (H. pylori). Urea breath test dapat membantu dokter mendiagnosis tukak lambung tanpa menimbulkan rasa sakit maupun komplikasi lainnya, sehingga pasien pun bisa merasa lebih nyaman.
Dikutip dari laman Siloam Hospitals, Urea Breath Test bertujuan untuk memantau efektivitas pengobatan dan memastikan bahwa infeksi telah teratasi.
Adapun faktor yang biasanya membuat seseorang memiliki risiko terinfeksi bakteri H. pylori sehingga perlu melakukan uji napas urea atau Urea Breath Test karena tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang buruk dan padat penduduk, serta minum air yang tidak dimasak secara matang.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi, dr. David Reinhard Sumantri Samosir, mengungkapkan bahwa Urea Breath Test bisa menjadi salah satu solusi mendeteksi keberadaan bakteri pemicu kanker ini.
"UBT menjadi pilihan utama dari berbagai pemeriksaan non-invasif untuk mendeteksi infeksi H. pylori dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi," kata David dikutip pada Kamis (26/2).
Selain untuk deteksi awal pada pasien dengan keluhan lambung, Urea Breath Test juga memegang peranan vital dalam mengevaluasi keberhasilan terapi eradikasi serta memantau risiko terjadinya kekambuhan infeksi. Pemeriksaan ini menjadi alternatif selain prosedur invasif seperti endoskopi dan biopsi lambung.
Bakteri H. pylori dikenal berbahaya karena kemampuannya memproduksi enzim urease yang merusak mukosa lambung. Infeksi yang dibiarkan dapat memicu berbagai keluhan medis, mulai dari dispepsia dan gastritis hingga kondisi fatal seperti limfoma MALT (Mucosa-Associated Lymphoid Tissue lymphoma) dan kanker lambung.
International Agency for Research on Cancer bahkan telah mengklasifikasikan H. pylori sebagai bakteri karsinogenik kelas I. David juga memaparkan temuan terbaru yang menunjukkan kaitan infeksi ini dengan kesehatan usus besar.
“Deteksi dan pengobatan dini sangat penting karena bisa membantu mencegah polip usus besar pada orang dewasa," pungkasnya. (H-4)
Kanker lambung sering terlambat terdeteksi. Urea Breath Test dapat membantu menemukan infeksi H. pylori, faktor risiko utama kanker lambung, melalui tes napas non-invasif yang akurat.
UBT menjadi pilihan utama dari berbagai pemeriksaan non-invasif untuk mendeteksi infeksi H. pylori dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi
Siloam Hospitals TB Simatupang meningkatkan layanan deteksi dini dan penanganan kanker, khususnya pada sistem pencernaan, sebagai bagian dari penguatan layanan medis yang terintegrasi.
Sup telah menjadi bagian penting dari budaya kuliner Korea. Namun, di balik kehangatannya, ahli kesehatan menyoroti risiko serius bagi tubuh, terutama akibat tingginya kadar garam.
Konsumsi daging olahan setiap hari telah dikaitkan dengan tingginya insiden sebagian besar kanker gastrointestinal, termasuk kanker lambung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved