Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Deteksi Dini Infeksi H. pylori dengan UBT, Langkah Krusial Cegah Kanker Lambung

Basuki Eka Purnama
15/2/2026 12:21
Deteksi Dini Infeksi H. pylori dengan UBT, Langkah Krusial Cegah Kanker Lambung
Urea Breath Test (UBT)(klinikcasabrina.com)

INFEKSI bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) yang berkoloni di lambung kini dapat dideteksi lebih dini melalui metode noninvasif yang praktis dan akurat. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi, dr. David Reinhard Sumantri Samosir, mengungkapkan bahwa Urea Breath Test (UBT) menjadi solusi utama dalam mendeteksi keberadaan bakteri pemicu kanker ini.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (14/2), David menjelaskan bahwa UBT memiliki keunggulan dibandingkan metode pemeriksaan lainnya. 

“UBT menjadi pilihan utama dari berbagai pemeriksaan non-invasif untuk mendeteksi infeksi H. pylori dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi,” ujarnya.

Selain untuk deteksi awal pada pasien dengan keluhan lambung, UBT juga memegang peranan vital dalam mengevaluasi keberhasilan terapi eradikasi serta memantau risiko terjadinya kekambuhan infeksi. Pemeriksaan ini menjadi alternatif selain prosedur invasif seperti endoskopi dan biopsi lambung.

Bahaya Karbon Bakteri H. pylori

Bakteri H. pylori dikenal berbahaya karena kemampuannya memproduksi enzim urease yang merusak mukosa lambung. Infeksi yang dibiarkan dapat memicu berbagai keluhan medis, mulai dari dispepsia dan gastritis hingga kondisi fatal seperti limfoma MALT (Mucosa-Associated Lymphoid Tissue lymphoma) dan kanker lambung.

International Agency for Research on Cancer bahkan telah mengklasifikasikan H. pylori sebagai bakteri karsinogenik kelas I. 

David juga memaparkan temuan terbaru yang menunjukkan kaitan infeksi ini dengan kesehatan usus besar. 

“Deteksi dan pengobatan dini sangat penting karena bisa membantu mencegah polip usus besar pada orang dewasa,” tambahnya.

Sinergi Diagnosis dan Penanganan Bedah

Pentingnya deteksi dini juga ditekankan oleh Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Digestif, dr. Mudatsir, M. Ked(Surg), SpB, Subsp. BD(K), FINACS. 

Menurutnya, penanganan kanker saluran cerna bersifat sangat individual dan bergantung pada stadium penyakit.

“Pada kasus tertentu, dokter akan menentukan strategi terapi berdasarkan kondisi pasien, ukuran tumor, serta luas penyebarannya, apakah hanya ada tumor primer atau sudah terjadi penyebaran ke organ lain (metastasis),” jelas Mudatsir. 

Ia menambahkan bahwa operasi kuratif masih sangat mungkin dilakukan selama penyebaran belum meluas, guna menurunkan risiko kekambuhan.

Untuk melengkapi skrining, masyarakat juga dapat memanfaatkan pemeriksaan darah samar pada feses (fecal occult blood test) dan penanda tumor CEA guna mendeteksi kanker kolon. 

Jika ditemukan kecurigaan keganasan, prosedur kolonoskopi dapat dilakukan agar penanganan menjadi lebih cepat dan tepat. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya