Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Tes Napas Sederhana untuk Deteksi Risiko Kanker Lambung Sejak Dini

Intan Safitri
26/2/2026 10:37
Tes Napas Sederhana untuk Deteksi Risiko Kanker Lambung Sejak Dini
Ilustrasi(freepik)

KANKER lambung masih jadi salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia. World Health Organization (WHO) menunjukkan penyakit ini masuk dalam lima besar kanker paling mematikan secara global. Masalahnya, banyak kasus baru terdeteksi saat sudah masuk stadium lanjut. Padahal, ada cara sederhana untuk menekan risikonya sejak awal.

Kenapa Infeksi Lambung Tidak Bisa Dianggap Sepele?

Sebagian besar kasus kanker lambung berawal dari infeksi bakteri bernama Helicobacter pylori atau H. pylori. Bakteri ini menyerang lapisan lambung dan bisa menyebabkan peradangan kronis, tukak lambung, hingga perubahan sel yang berujung pada kanker jika dibiarkan bertahun-tahun.

Centers for Disease Control and Prevention menjelaskan infeksi H. pylori sering kali tidak menimbulkan gejala jelas. Banyak orang merasa baik-baik saja, padahal proses inflamasi sudah berjalan diam-diam. Inilah kenapa deteksi dini penting.

Apa Itu Urea Breath Test?

Urea Breath Test (UBT) adalah tes napas non-invasif untuk mendeteksi infeksi aktif H. pylori. Prosedurnya sederhana. Pasien diminta menelan larutan urea khusus. Jika bakteri ada di lambung, urea akan dipecah dan menghasilkan karbon dioksida yang bisa terdeteksi lewat napas.

Tidak perlu endoskopi. Tidak perlu tindakan invasif. Hasilnya juga dikenal akurat dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi berdasarkan berbagai studi klinis internasional.

Bukan Tes Kanker, Tapi Kunci Pencegahan

Penting untuk dipahami, UBT tidak mendeteksi kanker lambung secara langsung. Fungsinya adalah menemukan infeksi H. pylori, yang National Cancer Institute dikategorikan sebagai faktor risiko utama kanker lambung.

Dengan mengetahui status infeksi lebih awal, pasien bisa menjalani terapi eradikasi antibiotik. Jika bakteri berhasil dihilangkan, risiko inflamasi kronis menurun drastis. Artinya, jalur menuju perubahan sel prakanker bisa diputus sebelum berkembang lebih jauh.

Siapa yang Perlu Pertimbangkan Tes Ini?

UBT biasanya direkomendasikan untuk orang dengan keluhan dispepsia kronis, riwayat tukak lambung, atau memiliki keluarga dengan kanker lambung. Di beberapa negara dengan angka kanker lambung tinggi, skrining H. pylori bahkan menjadi bagian dari strategi kesehatan masyarakat.

UBT mendeteksi risiko awal

Pencegahan kanker lambung tidak selalu dimulai dari prosedur besar. Kadang justru dari tes napas sederhana. Urea Breath Test memberi peluang untuk mendeteksi faktor risiko utama lebih awal, sebelum kerusakan jadi permanen. Dalam konteks kesehatan modern yang menekankan pencegahan, ini bukan sekadar tes, tapi langkah strategis untuk menurunkan risiko jangka panjang. (National Library  of Medicine/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya