Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
MENANGGAPI kasus anak bunuh diri di NTT, psikolog anak, Mira Damayanti Amir, mengatakan bahwa kondisi ini mungkin dapat disebabkan oleh learned helplessness atau kondisi psikologis saat seseorang merasa tidak mampu mengubah situasi buruk, meskipun sebenarnya memiliki kesempatan, akibat kegagalan atau tekanan berulang di masa lalu. Kondisi psikologis ini diteliti pertama kali oleh Martin Seligman.
“Jadi ini udah kondisinya kayak kondisi ketidakberdayaan. Ada di psikologi namanya learned helplessness. Sudah enggak tertolong lagi dan buat seseorang enggak ada harapan. Hidupnya selama ini mungkin juga sudah susah, keluarga miskin kan korban ini, dia tinggal pula dengan neneknya. Dia enggak minta banyak, hanya buku dan alat tulis,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (4/2).
“Anak ini mungkin mengalami kekecewaan beberapa kali. Jadi bukan kali itu saja enggak dibelikan buku dan alat tulis. Tapi sudah menelan kekecewaan berkali-kali. Jadi dia merasa berat hidupnya,” sambung Mira.
Lebih lanjut, menurutnya meskipun korban siswa bunuh diri di NTT itu masih menginjak usia 10 tahun dan duduk di kelas 5 SD, kehidupan yang dia alami kemungkinan besar sudah sangat berat sehingga berada dalam tahap learned helplessness.
“Jadi meskipun dia masih kecil, tapi hidupnya bagaimana. Kita tidak tahu orangtuanya bagaimana. Kehidupan dia bagaimana. Jadi kalau ditanyakan kasus NTT ini dia harus menelan kekecewaan demi kekecewaan. Bukan hanya persoalan buku saja. 10 tahun itu usia yang kecil bagi kita. Tapi bagi dia ini bagaimana kesehariannya. Kelas 5 SD ini sudah bisa merekam bagaimana dia timpang dengan teman sebayanya. Kalau diejek temannya di SD ini kan pasti selalu ada,” ujarnya.
Kejadian ini pun menurutnya menjadi cerminan bahwa upaya pemerintah memakmurkan masyarakat masih jauh dari kata baik.
“Upaya memakmurkan masyarakat ini bagaimana, lapangan kerja mana, anak dikasih makan bergizi konon, tapi yang dapat enak enggak semua wilayah. Coba di daerah musibah. Proper enggak. Coba di Kalimantan. Mereka enggak butuh makanan. Tapi butuh akses ke sekolah,” pungkas Mira. (H-3)
Peringatan: Tulisan ini bukan dimaksudkan menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasa depresi, berpikir untuk bunuh diri, segera konsultasikan segala masalah Anda ke tenaga profesional seperti psikolog, klinik kesehatan mental, psikiater, dan pihak lain yang bisa membantu.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Kemendikdasmen memandang peristiwa siswa bunuh diri di NTT itu sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.
SEORANG murid Sekolah Dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBS yang bunuh diri karena diduga tak mampu membeli buku tulis dan pena dinilai sebagai bukti nyata kegagalan negara.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan bahwa tragedi siswa bunuh diri di NTT tersebut tidak seharusnya terjadi.
Kemendikdasmen memandang peristiwa siswa bunuh diri di NTT itu sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.
SEORANG murid Sekolah Dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBS yang bunuh diri karena diduga tak mampu membeli buku tulis dan pena dinilai sebagai bukti nyata kegagalan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved