Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah kemajuan teknologi tahun 2026, rasa penasaran manusia terhadap hal-hal yang bersifat ghaib (metafisika) tidak pernah surut. Dalam Islam, keberadaan entitas bernama jin adalah fakta yang wajib diimani, tetapi sering kali disalahpahami. Al-Qur'an mendedikasikan satu surat khusus, yakni Surat Al-Jin (Surat ke-72), untuk membuka tabir misteri ini.
Terdiri dari 28 ayat dan tergolong surat Makkiyah, Surat Al-Jin turun untuk menegaskan batasan interaksi antara manusia dan jin, serta mematahkan mitos bahwa jin memiliki kekuatan setara dengan Tuhan. Berikut ulasan mendalam mengenai latar belakang turunnya surat ini, pesan-pesan tauhid di dalamnya, serta keutamaan mempelajarinya.
Latar belakang turunnya (Asbabun Nuzul) Surat Al-Jin diriwayatkan dalam hadis shahih yang memberikan gambaran jelas bahwa Rasulullah SAW awalnya tidak menyadari kehadiran mereka. Kisah ini bermula dari perjalanan dakwah Nabi yang penuh tantangan.
Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas RA diceritakan bahwa Rasulullah SAW bersama beberapa sahabat sedang menuju pasar 'Ukaz. Saat itu, para setan dan jin mengalami kepanikan karena akses mereka untuk mencuri dengar berita dari langit (istiraq as-sam'i) tiba-tiba tertutup oleh lemparan panah api (meteor).
Para jin kemudian berpencar ke seluruh penjuru bumi untuk mencari penyebab terhalangnya akses langit tersebut. Salah satu rombongan jin (riwayat menyebutkan jin dari wilayah Nashibin) melewati daerah Nakhlah, tempat Rasulullah SAW sedang melaksanakan salat Subuh bersama para sahabat.
Ketika mereka mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibaca Nabi, mereka berhenti dan berkata, "Inilah yang menghalangi kita dari berita langit." Mereka tertegun akan keindahan dan kebenaran isi Al-Qur'an.
Peristiwa ini diabadikan Allah SWT dalam ayat pembuka Surat Al-Jin:
"Katakanlah (Muhammad), 'Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan Al-Qur'an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur'an yang menakjubkan.'" (QS. Al-Jin: 1)
Setelah kejadian itu, para jin tersebut kembali ke kaumnya sebagai pemberi peringatan dan menyatakan keislaman mereka. Nabi Muhammad SAW kemudian menerima wahyu ini untuk mengabarkan bahwa dakwah Islam tidak hanya untuk manusia, tetapi juga untuk bangsa Jin.
Surat ini bukan mantra pemanggil jin, melainkan proklamasi akidah yang meluruskan pandangan manusia terhadap makhluk halus. Berikut poin-poin krusial yang terkandung di dalamnya:
Surat ini menegaskan bahwa seperti manusia, bangsa jin juga memiliki kehendak bebas. Ada jin yang saleh (Muslim), ada pula yang ingkar (kafir/setan). Mereka juga akan dihisab, masuk surga, atau masuk neraka. Hal ini membantah anggapan bahwa semua jin adalah jahat.
Pengakuan para jin bahwa Al-Qur'an itu 'Ajaba (menakjubkan) dan memberi petunjuk ke jalan yang benar (Ar-Rusyd) menunjukkan mukjizat sastra dan makna Al-Qur'an yang mampu menembus dimensi spesies yang berbeda.
Ini pesan paling relevan bagi masyarakat modern yang masih mempercayai dukun atau pesugihan. Allah berfirman dalam ayat 6:
"Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari kalangan jin, maka jin-jin itu justru menambah kesesatan bagi mereka." (QS. Al-Jin: 6)
Ayat ini menegaskan bahwa berkolaborasi dengan jin untuk tujuan duniawi (kekayaan, jabatan, pelet) hanya akan menambah kehinaan, ketakutan (rahaqa), dan dosa bagi manusia.
Di bagian akhir surat, Allah menegaskan bahwa Dia-lah yang mengetahui hal ghaib. Tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Rasul yang diridhai-Nya untuk diberikan sedikit bocoran wahyu. Ini menutup celah bagi para peramal yang mengklaim tahu masa depan.
| Nama Surat | Al-Jin (Jin) |
| Nomor Surat | 72 |
| Jumlah Ayat | 28 Ayat |
| Golongan | Makkiyah (Turun di Mekah) |
| Tema Utama | Pengakuan Jin terhadap Al-Qur'an & Tauhid |
Membaca Surat Al-Jin bukan sekadar ritual lisan, tetapi sebuah proses edukasi spiritual. Berikut keutamaan yang didapat:
Surat Al-Jin mengajarkan kita untuk menjadi Muslim yang rasional tetapi tetap beriman pada yang ghaib. Kisah para jin yang masuk Islam setelah mendengar Al-Qur'an seharusnya menjadi tamparan bagi manusia: jika makhluk api saja bisa tunduk patuh saat mendengar ayat Allah, mengapakah manusia yang diciptakan lebih sempurna sering kali abai?
Semoga kita terhindar dari perbuatan syirik dan senantiasa menjadikan Al-Qur'an sebagai satu-satunya pelindung dan petunjuk hidup.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Bedah tuntas Surat Nuh: Latar belakang Asbabun Nuzul, strategi dakwah 950 tahun, rahasia dahsyatnya Istighfar (Ayat 10-12), dan keutamaan membacanya.
SURAT Al-Ma'arij adalah salah satu surat dalam Al-Qur'an yang memiliki muatan psikologis dan eskatologis (ilmu akhirat) yang sangat kuat.
Bedah tuntas Surat Al-Haqqah. Mulai dari asbabun nuzul, kisah kehancuran kaum terdahulu, hingga visualisasi hari kiamat yang pasti terjadi.
Lebih jelasnya, simak penjelasan mengenai asbabun nuzul, pesan, keutamaan, dan tulisan Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas. Semangat mengaji.
Berikut uraian singkat mengenai asbabun nuzul, pesan, keutamaan, tulisan Surat Al-Ikhlas. Semangat mengaji.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved