Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Surat Ad-Dukhan: Makna, Asbabun Nuzul, dan Keutamaan Membacanya

Media Indonesia
03/3/2026 06:06
Surat Ad-Dukhan: Makna, Asbabun Nuzul, dan Keutamaan Membacanya
Ilustrasi.(Freepik)

SURAT Ad-Dukhan merupakan surat ke-44 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 59 ayat. Tergolong sebagai surat Makkiyah, Ad-Dukhan terletak pada bagian akhir Juz 25.

Nama Ad-Dukhan yang berarti Kabut atau Asap merujuk pada fenomena yang disebutkan dalam ayat ke-10 sebagai bentuk peringatan bagi kaum yang ingkar. Surat ini menjadi bagian dari kelompok Hawamim (surat yang diawali dengan huruf Ha Mim).

Ingin tahu lebih jauh? Silakan simak tulisan ini.

Makna dan Asbabun Nuzul Surat Ad-Dukhan

Sejarah turunnya Surat Ad-Dukhan berkaitan erat dengan penentangan kaum Quraisy terhadap dakwah Nabi Muhammad SAW. Dalam suatu riwayat shahih dari Ibnu Mas'ud dijelaskan bahwa Rasulullah SAW berdoa agar kaum Quraisy ditimpa musim kemarau panjang karena kesombongan mereka seperti zaman Nabi Yusuf.

Doa tersebut dikabulkan hingga penduduk Mekah mengalami kelaparan ekstrem dan orang-orang terpaksa memakan tulang dan bangkai. Saking hebatnya penderitaan mereka, ketika seseorang melihat ke langit, pandangannya menjadi kabur dan seolah-olah melihat asap tebal (dukhan) yang menutupi angkasa. Peristiwa ini menjadi teguran nyata agar manusia kembali berserah diri kepada Allah SWT.

Baca juga : Surat Al-Ahqaf: Makna, Asbabun Nuzul, dan Keutamaan Membacanya

Pesan Utama dalam Surat Ad-Dukhan

1. Penurunan Al-Qur'an di Malam yang Diberkahi

Ayat awal surat ini menegaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan pada Lailatul Mubarokah. Mayoritas ahli tafsir sepakat bahwa yang dimaksud adalah malam Lailatul Qadr. Di malam tersebut, Allah menetapkan takdir dan urusan manusia untuk setahun ke depan dengan penuh hikmah.

2. Pelajaran dari Kisah Nabi Musa dan Firaun

Surat ini menceritakan bagaimana Firaun dan pengikutnya yang sombong akhirnya ditenggelamkan meskipun mereka memiliki kekuasaan dan kekayaan yang melimpah. Pesan moralnya adalah kemuliaan hanya milik mereka yang beriman, bukan mereka yang melampaui batas.

Baca juga: Makna At-Tawwab Dalil, Fadhilah Zikir, dan Cara Mengamalkannya

3. Gambaran Hari Kiamat dan Balasan Akhirat

Ad-Dukhan memberikan gambaran kontras antara siksaan bagi para pendosa di neraka (pohon zaqqum) dan kenikmatan bagi orang-orang bertakwa di surga yang diberikan pasangan bidadari bermata indah.

Keutamaan Membaca Surat Ad-Dukhan

Banyak hadis yang menyebutkan fadhilah luar biasa bagi umat Islam yang rutin membaca surat ini, di antaranya:

Keutamaan Penjelasan Hadis
Pengampunan Dosa Barangsiapa membaca Ad-Dukhan di malam hari, pagi harinya ia dalam keadaan diampuni dosanya (HR. Tirmidzi).
Doa Malaikat Sebanyak 70.000 malaikat akan memintakan ampunan bagi pembacanya hingga waktu subuh.
Rumah di Surga Membacanya di malam Jumat dijanjikan akan dibangunkan rumah di surga (HR. Thabrani).
Kesimpulan: Surat Ad-Dukhan bukan sekadar bacaan rutin, melainkan pengingat tentang kekuasaan Allah atas alam semesta dan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi hari akhir. Membacanya dengan tadabbur (perenungan makna) akan memberikan ketenangan jiwa dan keberkahan hidup.

Baca juga: Mengenal Al-Barru, Sifat Allah yang Maha Melimpahkan Kebaikan

Itulah ulasan lengkap mengenai makna, asbabun nuzul, dan keutamaan Surat Ad-Dukhan di Juz 25. Semoga kita termasuk golongan yang senantiasa menjaga interaksi dengan Al-Qur'an.

FAQ (People Also Ask)

1. Surat Ad-Dukhan juz berapa?
Surat Ad-Dukhan berada di Juz 25 dan merupakan surat ke-44.

2. Kapan waktu terbaik membaca surat Ad-Dukhan?
Waktu yang sangat dianjurkan adalah pada malam hari, khususnya malam Jumat.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

3. Apa arti dari Ad-Dukhan?
Ad-Dukhan secara bahasa berarti Asap atau Kabut.

Checklist Amalan Surat Ad-Dukhan

  • Dibaca secara istiqomah pada malam Jumat.
  • Memahami makna Dukhan sebagai pengingat akan hari kiamat.
  • Mentadabburi ayat 1-4 tentang kemuliaan Lailatul Qadr.
  • Mengambil pelajaran dari kehancuran kaum-kaum terdahulu yang sombong. (I-2)

Baca juga: Doa Menerima Zakat Fitrah Arab, Latin, dan Arti

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya