Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 2017-2025 Dwikorita Karnawati menilai langkah pemerintah dalam menangani dan mengendalikan cuaca ekstrem saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Upaya yang dilakukan, terutama melalui operasi modifikasi cuaca, dinilai cukup efektif dalam menekan dampak hujan ekstrem berintensitas tinggi yang terjadi secara beruntun di sejumlah wilayah.
Dwikorita menyebutkan, berdasarkan pengalaman dan pemantauan yang ada, penanganan cuaca ekstrem mampu menurunkan curah hujan secara signifikan. "Penanganannya sudah cukup efektif, berhasil mengurangi curah hujan kurang lebih 30%," ujarnya saat dihubungi, Jumat (23/1).
Ia menjelaskan, hujan dengan kategori lebat hingga ekstrem memang sulit untuk dicegah sepenuhnya. Namun, intensitasnya masih dapat ditekan agar dampaknya tidak semakin besar.
Menurutnya, hujan ekstrem dengan intensitas di atas 150 milimeter bisa diturunkan menjadi hujan sangat lebat dengan kisaran 100-150 milimeter. Sementara hujan sangat lebat dapat ditekan menjadi hujan lebat, dan hujan lebat masih bisa dikurangi hingga berada pada kategori hujan sedang.
"Untuk hujan lebat dapat dikurangi intensitasnya menjadi hujan dengan intensitas sedang," jelas Dwikorita.
Meski demikian, Dwikorita menilai efektivitas pengendalian cuaca masih bisa ditingkatkan. Salah satunya melalui penyusunan strategi penerbangan modifikasi cuaca yang lebih presisi, mulai dari waktu, durasi, hingga kecepatan serta arah pertumbuhan dan pergerakan awan. Selain itu, faktor sumber daya juga menjadi kunci keberhasilan.
"Jumlah pesawat dan crewnya perlu lebih ditambah dengan menyesuaikan luasnya area atau banyaknya wilayah provinsi yang mengalami cuaca ekstrem dalam waktu yang bersamaan," pungkasnya. (H-3)
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Operasi tersebut diarahkan pada titik-titik krusial pertumbuhan awan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai bahwa OMC yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.
BMKG menjelaskan, teknik penyemaian awan dalam OMC tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh.
Gandeng BMKG, PT KAI Pantau Cuaca Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api Masa Angkutan Lebaran 2026
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Pantura, dan Solo Raya.
New York City berduka setelah 18 orang tewas akibat suhu beku ekstrem yang melanda selama 13 hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved