Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk yang diperkirakan terjadi pada 17-23 Januari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia, berpotensi berkembang menjadi Siklon Tropis.
“Bibit siklon ini berpotensi meningkatkan aktivitas cuaca di wilayah NTT karena membentuk daerah perlambatan, belokan, dan pertemuan angin,” ujar Sti Nenotek dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia di Kupang, Jumat (16/1).
Selain itu, kata dia, menguatnya Monsun Asia serta aktifnya gelombang ekuatorial Rossby, Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO) turut mendukung terjadinya hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang di berbagai wilayah NTT.
Terkait bibit siklon tersebut, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Lembata, Flores Timur, Alor, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.
Sti Nenotek juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di wilayah bertopografi curam dan bergunung.
“Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, khususnya perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan di luar ruangan,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan ada potensi banjir lahar hujan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang. (PO)
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan bahwa tragedi siswa bunuh diri di NTT tersebut tidak seharusnya terjadi.
Sirkulasi angin dari sistem tekanan rendah tersebut, menurutnya, masih cukup kuat untuk memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB, meski tidak sebesar dampak Bibit Siklon Tropis 97S
PERGANTIAN bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia berpotensi memicu cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Timur (NTT).
BMKG memberikan peringatan dini cuaca berupa potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026 mendatang. Dalam prakiraan cuaca BMKG dijabarkan analisis mengenai pemicu cuaca ekstrem.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya Bibit Siklon Tropis 97S di barat daya Teluk Carpentaria, Australia, memicu cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan pantauan terbaru, Bibit Siklon Tropis 97S tercatat memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot dengan tekanan udara minimum sebesar 1003 hektopaskal (hPa).
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi cuaca signifikan masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved