Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada 15-17 November 2025.
Peringatan ini dikeluarkan menyusul terbentuknya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudera Hindia barat daya Nusa Tenggara Barat serta meningkatnya aktivitas dinamika atmosfer di sekitar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, menjelaskan bahwa sebagian wilayah NTT telah memasuki musim hujan, sementara wilayah lainnya masih berada dalam masa peralihan.
“Kondisi atmosfer saat ini cukup labil dengan suhu muka laut hangat dan anomali positif yang meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan,” ujarnya, Sabtu (15/11).
BMKG mencatat suhu muka laut di sekitar NTT berada pada kisaran 29-31 derajat celcius, dengan anomali antara -0,5 derajat celcius hingga +1,5 derajat celcius.
Kondisi tersebut diperkuat oleh keberadaan Bibit Siklon 97S yang memiliki kecepatan angin maksimum 15 knot atau 28 kilometer per jam dan tekanan minimum 1009 hPa. Meski berada di luar wilayah NTT, sistem tersebut memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan pertumbuhan awan hujan serta potensi cuaca ekstrem.
Selain itu, Monsun Asia mulai aktif, ditambah adanya belokan angin dan penguapan tinggi di wilayah NTT, sehingga berpotensi memicu hujan sedang hingga sangat lebat, petir, serta angin kencang berdurasi singkat. Suhu udara terpantau berkisar 17-34 derajat celcius dengan kelembapan mencapai 60-98%.
BMKG memperingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak hujan lebat seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, hingga kerusakan fasilitas umum. Wilayah bertopografi curam diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan terjadi dalam durasi panjang.
Nenot’ek juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap ancaman petir. “Hindari area terbuka, tidak berteduh di bawah pohon, menjauhi tiang listrik, serta mematikan perangkat elektronik saat terjadi petir untuk mengurangi risiko sambaran,” katanya. (H-3)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi cuaca signifikan masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Selasa, 18 November 2025, dengan potensi hujan lebat, cuaca ekstrem, serta imbas Bibit Siklon Tropis 97S.
BMKG mendeteksi adanya dua Bibit Siklon Tropis, yakni 97S dan 98S, yang saat ini aktif di dekat wilayah Indonesia yang berpotensi picu cuaca ekstrem
Sebanyak 38 kota besar di Indonesia diperkirakan akan mengalami cuaca beragam, mulai dari hujan ringan hingga hujan disertai petir.
Bibit Siklon Tropis 97S yang saat ini terpantau di wilayah utara Australia berpotensi menguat menjadi siklon tropis dalam beberapa hari ke depan.
Pengaruh Siklon Tropis Nokaen serta bibit siklon tropis 97S diperkirakan akan memicu hujan di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam tiga hari ke depan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan pada periode 16-22 Januari 2026.
Sistem siklon tersebut memicu terbentuknya daerah belokan angin, pertemuan massa udara, serta perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT.
BMKG mencatat, pada 29 Desember 2025 dini hari, bibit siklon tropis 96S berkembang menjadi Siklon Tropis HAYLEY yang berada di Samudera Hindia.
Riset terbaru mengungkap ekspansi titik panas laut dalam memicu munculnya badai monster di atas Kategori 5. Ilmuwan usulkan klasifikasi baru "Kategori 6".
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved