Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
RELAWAN Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kemenkes terus memberikan pelayanan kesehatan sekaligus memetakan risiko penyakit di lokasi pengungsian terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang khususnya di Desa Sukajadi.
Pada Jumat (9/1), salah satu tenaga medis relawan dr. Muhammad Fahriza dari RSUD Sungai Daerah, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan di posko tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga upaya mitigasi penyakit pascabencana.
Pada hari pertama pelayanan, tim relawan menemukan sejumlah penyakit yang cukup dominan di lokasi pengungsian, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, dan diare. Temuan tersebut menjadi dasar bagi tim untuk menelusuri lebih lanjut terkait faktor risiko, terutama yang berkaitan dengan sanitasi dan pola konsumsi masyarakat.
“Saat ini kami melakukan pelayanan kesehatan di posko sekaligus melakukan mapping penyakit yang banyak ditemui. Di hari pertama, kasus yang cukup dominan adalah ISPA, hipertensi, dan diare. Ke depan, data ini akan kami telusuri lebih lanjut, apakah berkaitan dengan makanan, sanitasi, atau faktor lingkungan lainnya,” ujar dr. Fahriza.
Hingga saat ini, belum ditemukan lonjakan signifikan penyakit menular di lokasi pengungsian. Meski demikian, ISPA masih menjadi kasus yang paling banyak dijumpai dan terus dimitigasi agar tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa.
Selain aspek fisik, tim relawan juga memperhatikan kondisi kesehatan mental masyarakat terdampak bencana. '
Tim TCK yang bertugas di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, terdiri dari satu orang dokter, dua perawat, satu tenaga kesehatan lingkungan, dan satu apoteker. Tim terus berupaya memberikan pelayanan terbaik sekaligus melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi peningkatan kasus penyakit di wilayah pengungsian.
PENYAKIT SETELAH BENCANA
Di lain hal, selain fokus pada penanganan trauma fisik, tim kesehatan Dinkes Sumatra Barat juga ulai mewaspadai munculnya berbagai penyakit menular di lokasi-lokasi pengungsian. Beberapa penyakit mulai teridentifikasi menyerang warga adalah ISPA, diikuti demam, hipertensi, serta penyakit kulit dan alergi.
Dinkes Sumbar juga mengantisipasi potensi penyebaran penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan leptospirosis, serta penyakit menular melalui vektor seperti DBD dan Malaria.
"Kami dari Dinkes Provinsi Sumatera Barat bersama tim dari pusat krisis kesehatan maupun dari kesehatan lingkungan, kami memobilisasi tim ke kabupaten/kota yang terdampak untuk memantau kondisi sanitasi dan juga ketersediaan air bersih di posko-posko pengungsian, agar penyakit-penyakit menular pascabencana bisa kita tekan seminimal mungkin," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sumbar, Saiful Jamal.
Senada, dokter dari Puskesmas Pauh, Kota Padang, Sumbar, Lusiana Yanti mengungkapkan pada para penyintas banjir bandang dan tanah longsor di kawasan Batu Busuak, Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, juga mengalami ISPA.
Selain ISPA, tim medis di Posko Bencana Batu Busuak juga melaporkan para penyintas banjir mulai banyak menderita penyakit kulit, seperti jamur, pascabencana banjir. Hal ini diperparah kondisi yang basah dan lembab. (H-1)
Banyak orang mengira tubuh gemuk dengan kolesterol normal aman dari penyakit. Faktanya, obesitas tetap menjadi faktor risiko serius.
Berjalan tujuh ribu langkah per hari dapat menurunkan berbagai risiko penyakit seperti kardiovaskular, demensia, depresi, hingga kanker.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis serius yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal.
Psikolog klinis Anna Aulia mengungkap mengapa warga desa lebih cepat bangkit pascabencana banjir dibanding warga kota. Simak analisis daya tahan psikologisnya.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya menyasar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga perbaikan infrastruktur jangka panjang.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar kegiatan Tarhib Ramadan melalui tradisi Meugang bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada Senin (16/2).
Jembatan gantung 120 meter di atas Sungai Tamiang menghubungkan Sekerak–Bandar Pusaka dan memulihkan akses pascabanjir bandang November 2025.
Sjafrie mengatakan pengerukan muara ini menjadi bagian dari program mitigasi bencana jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved