Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Dukungan Emosional Orangtua Jadi Kunci Anak Semangat Kembali ke Sekolah

Basuki Eka Purnama
06/1/2026 09:36
Dukungan Emosional Orangtua Jadi Kunci Anak Semangat Kembali ke Sekolah
Ilustrasi--Pelajar mengikuti doa bersama pada hari pertama sekolah di SD Negeri 42 Banda Aceh, Aceh, Senin (5/1/2026).(ANTARA/Irwansyah Putra)

MASA transisi dari libur panjang menuju rutinitas sekolah sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak. Menanggapi fenomena ini, Psikolog dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang, Glori Telis Amanta, menekankan bahwa dukungan emosional dari orang tua merupakan faktor penentu semangat belajar anak di kelas.

Menurut Glori, keterlibatan orangtua sangat krusial dalam membangun kepercayaan diri anak saat harus beradaptasi kembali dengan lingkungan pendidikan. 

Kesiapan mental yang matang akan membuat anak lebih siap menyerap materi pelajaran setelah jeda waktu istirahat yang cukup lama.

“Orangtua adalah kunci utama dalam membantu anak beradaptasi. Dengan dukungan yang tepat, anak akan lebih percaya diri dan siap belajar,” ujar Glori di Tangerang, Selasa (6/1).

Tantangan Masa Transisi

Setiap anak memiliki kondisi psikologis yang berbeda. Tidak sedikit anak yang merasa enggan atau belum siap secara mental untuk kembali menghadapi rutinitas akademis. 

Adanya jeda waktu libur menciptakan jarak antara kenyamanan di rumah dengan kedisiplinan di sekolah.

Glori mengakui adanya kendala tersebut di lapangan. “Memulai kembali ke sekolah setelah liburan adalah tantangan. Maka itu perlu bimbingan orang tua agar anak merasa nyaman,” ungkapnya. 

Peran orangtua adalah sebagai motivator yang mampu menjembatani perubahan suasana tersebut agar tidak menimbulkan stres pada anak.

Langkah Praktis bagi Orangtua

Untuk mempermudah proses adaptasi ini, Glori membagikan beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan di rumah:

  1. Penyesuaian Jam Tidur: Mengatur ulang waktu istirahat sangat penting agar jam biologis anak kembali selaras dengan jadwal sekolah.
  2. Diskusi Ringan: Membangun komunikasi dua arah melalui obrolan santai mengenai rencana sekolah dapat memicu motivasi positif.
  3. Kesehatan Fisik dan Nutrisi: Memastikan asupan makanan bergizi serta waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kebugaran fisik anak di kelas.

“Pastikan anak tetap aktif bergerak, makan bergizi, dan memiliki waktu istirahat cukup. Dengarkan juga keinginan anak agar motivasinya bangkit,” pesan Glori. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya