Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA transisi dari libur panjang menuju rutinitas sekolah sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak. Menanggapi fenomena ini, Psikolog dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang, Glori Telis Amanta, menekankan bahwa dukungan emosional dari orang tua merupakan faktor penentu semangat belajar anak di kelas.
Menurut Glori, keterlibatan orangtua sangat krusial dalam membangun kepercayaan diri anak saat harus beradaptasi kembali dengan lingkungan pendidikan.
Kesiapan mental yang matang akan membuat anak lebih siap menyerap materi pelajaran setelah jeda waktu istirahat yang cukup lama.
“Orangtua adalah kunci utama dalam membantu anak beradaptasi. Dengan dukungan yang tepat, anak akan lebih percaya diri dan siap belajar,” ujar Glori di Tangerang, Selasa (6/1).
Setiap anak memiliki kondisi psikologis yang berbeda. Tidak sedikit anak yang merasa enggan atau belum siap secara mental untuk kembali menghadapi rutinitas akademis.
Adanya jeda waktu libur menciptakan jarak antara kenyamanan di rumah dengan kedisiplinan di sekolah.
Glori mengakui adanya kendala tersebut di lapangan. “Memulai kembali ke sekolah setelah liburan adalah tantangan. Maka itu perlu bimbingan orang tua agar anak merasa nyaman,” ungkapnya.
Peran orangtua adalah sebagai motivator yang mampu menjembatani perubahan suasana tersebut agar tidak menimbulkan stres pada anak.
Untuk mempermudah proses adaptasi ini, Glori membagikan beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan di rumah:
“Pastikan anak tetap aktif bergerak, makan bergizi, dan memiliki waktu istirahat cukup. Dengarkan juga keinginan anak agar motivasinya bangkit,” pesan Glori. (Ant/Z-1)
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Langkah pertama yang harus dilakukan bukanlah memaafkan secara terburu-buru, melainkan menyadari bagaimana pengalaman tersebut membentuk dinamika diri di masa kini.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Awas, saat liburan ternyata ada peningkatan kasus gangguan kardiovaskular. Simak gejalanya berikut.
Pemilihan destinasi yang tepat diharapkan dapat memberikan pengalaman liburan yang lebih personal dan bermakna.
Musim sakura selalu menjadi salah satu periode perjalanan yang paling ditunggu wisatawan asal Indonesia.
Liburan 2026 tanpa bikin tabungan jebol? Simak tips perencanaan finansial ala HSBC agar traveling tetap nyaman tanpa mengganggu stabilitas keuangan
MENINGKATNYA mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan, mendorong perubahan pola kebutuhan perlindungan perjalanan.
Nicole Kidman merayakan status barunya dengan petualangan ke Antartika bersama anak-anaknya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved