Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendorong pemerintah untuk segera membentuk badan khusus guna menangani dampak bencana hidrometeorologi yang melumpuhkan 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Langkah ini dinilai mendesak mengingat skala kerusakan infrastruktur yang masif dan jumlah korban jiwa yang terus bertambah.
Hingga Jumat (2/1), total korban tewas akibat banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatra telah mencapai 1.157 jiwa. Rinciannya, 530 jiwa di Aceh, 365 di Sumatra Utara, dan 262 di Sumatra Barat, dengan 165 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Alex menyarankan agar pemerintah meningkatkan status Satuan Tugas (Satgas) Kuala yang baru saja disetujui Presiden Prabowo Subianto menjadi badan khusus yang lebih komprehensif.
"Kita punya pengalaman menangani tsunami Aceh-Nias melalui BRR. Namun, untuk banjir dan longsor dengan kerusakan lingkungan se-masif ini, kita belum pernah mengalaminya. Kehadiran badan khusus sangat diperlukan untuk menghilangkan kendala teknis terkait kewenangan antarlembaga," kata Alex melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (3/1/2026).
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menilai, badan khusus akan memudahkan koordinasi anggaran di masa rehabilitasi dan rekonstruksi tanpa harus mengubah UU APBN. Anggaran yang tersebar di berbagai kementerian dapat dipusatkan pada satu pintu untuk mempercepat pemulihan.
Alex juga menekankan pentingnya manajemen yang transparan dan bebas korupsi (zero corruption), merujuk pada kesuksesan BRR Aceh-Nias di masa lalu. "Kita ingin kepemimpinan yang efektif dan transparan. Jangan sampai terulang kasus korupsi dana bencana seperti yang pernah terjadi di Samosir," tambahnya.
Urgensi pembentukan badan ini kian nyata mengingat prakiraan BMKG yang menyebut curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga Maret 2026. Selain itu, jumlah pengungsi saat ini telah menyentuh angka 380.287 jiwa, dengan konsentrasi terbesar berada di Aceh.
Data terkini menunjukkan skala kerusakan fasilitas publik yang sangat luas. Secara total, terdapat 3.188 fasilitas pendidikan, 803 rumah ibadah, 215 fasilitas kesehatan, 81 ruas jalan, serta 34 jembatan yang hancur atau terdampak di tiga provinsi tersebut.
Aceh menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 1.312 sekolah dan 631 rumah ibadah yang rusak. Disusul Sumatra Barat dan Sumatra Utara yang juga mengalami kerusakan serius pada akses jalan nasional dan jembatan penghubung.
"Badan khusus ini akan memberikan kepastian kepada para penyintas bahwa negara hadir secara terencana. Model ini terbukti sukses di Aceh, bahkan diadopsi oleh negara lain seperti Cina dan Vietnam dalam manajemen bencana," pungkas legislator asal Sumatra Barat tersebut.
(P-4)
Pembangunan huntap menjadi urgensi utama mengingat kebutuhan mendesak warga akan tempat tinggal yang permanen.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah keberlanjutan proses reformasi di institusi Polri, Kejaksaan, hingga lembaga peradilan.
Pemerintah pusat harus segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang diskresi hukum guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Pemkab Tanah Datar mengusulkan kebutuhan anggaran pemulihan pascabencana ke pemerintah pusat sekitar Rp1,4 triliun.
Mendagri Tito Karnavian meminta praja IPDN menerapkan ilmu pemerintahan untuk membantu pemulihan Aceh Tamiang pascabencana.
DPR RI menjanjikan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga atau RUU PPRT dapat diselesaikan tahun ini. Hal itu disampaikan Pimpinan Baleg Bob Hasan
Penyaluran bantuan yang dilakukan dalam rangka Reses Masa Sidang III Tahun 2025-2026 ini diawali di Kecamatan Ciparay
DPR minta pemerintah menjamin keselamatan seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Timur Tengah setelah penyerangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Indonesia patut bersyukur atas warisan luhur para pendiri bangsa berupa falsafah dan ideologi negara Pancasila serta politik luar negeri Bebas Aktif dalam menyikapi dinamika geopolitik.
Eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat semakin meluas dan berdampak pada sejumlah negara Teluk.
INDONESIA menghadapi kenyataan yang tak nyaman: pertumbuhan ekonomi tidak otomatis menghadirkan kesejahteraan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved