Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi harus berlanjut ke tahap pemulihan pascabencana yang menyeluruh dan berkelanjutan. Bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, melainkan juga berdampak langsung pada kehidupan sosial masyarakat.
Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN, M Najib Azka, mengatakan fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan merupakan tahap paling krusial sekaligus paling rentan.
“Pada fase ini kerap terjadi keterputusan antara bantuan darurat dan pemulihan jangka menengah. Antara kebijakan nasional dan realitas lokal, serta antara program dan kebutuhan riil masyarakat terdampak”, ungkapnya, Kamis (1/1) .
Menurut Najib, pemulihan pascabencana harus dirancang berbasis bukti, inklusif, dan berorientasi jangka panjang. “Pemulihan tidak hanya mencakup pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga pemulihan pendapatan, ketahanan sosial, kesehatan mental, martabat, dan rasa aman warga,” ujar Najib.
Sejalan dengan itu, Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN, Ali Yansyah Abdurrahim, menekankan pentingnya perspektif kependudukan dalam pemulihan pascabencana.
“Dinamika penduduk, seperti perubahan struktur rumah tangga, migrasi, dan meningkatnya kerentanan kelompok tertentu, harus menjadi perhatian utama agar pemulihan tidak bersifat parsial,” ucapnya.
Dari sisi ilmiah, Profesor Riset Pusat Riset Klimatologi dan Perubahan Iklim BRIN, Erma Yulihastin menjelaskan, fenomena cuaca ekstrem di Sumatra tidak terlepas dari krisis iklim global. Peningkatan suhu bumi hingga sekitar 1,5°C telah meningkatkan frekuensi dan intensitas hujan ekstrem serta angin kencang.
“Proyeksi hingga 2040 menunjukkan Sumatra menjadi wilayah paling rawan terhadap cuaca ekstrem. Sehingga kesiapsiagaan dan mitigasi berbasis data ilmiah perlu diperbarui secara berkala,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan dari Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Fisik (Dit PPF) BNPB memaparkan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan longsor akibat Siklon Senyar di Sumatra.
“Pemulihan diarahkan tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga sosial, ekonomi, dan lingkungan melalui penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan terkait,” tuturnya.
Kontribusi masyarakat sipil dan perguruan tinggi turut memperkaya diskusi. Direktur Eksekutif Salam Setara (KitaBisa), Ahmad Mujahid, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan. Sementara itu, Universitas Syiah Kuala (USK) melalui perwakilannya menegaskan peran pendidikan darurat dan dukungan psikososial bagi penyintas, khususnya anak-anak, sebagai bagian penting dari pemulihan jangka panjang. (I-3)
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Banyak orang, baik penyintas maupun relawan, cenderung mengabaikan kondisi mental mereka sendiri karena fokus utama tersita untuk menolong keluarga atau memenuhi kebutuhan dasar.
BPBD Kabupaten Majalengka mencatat mulai 1 Januari hingga 18 Februari 2026 telah terjadi 152 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat melakukan mitigasi mandiri.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Kepala Klenteng Hok Tik Bio Purwokerto, Jawa Tengah, Suryana menyampaikan ungkapan keprihatinannya atas maraknya bencana yang timbul di berbagai daerah.
BMKG pantau 3 bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang picu cuaca ekstrem di Indonesia. Waspada hujan lebat, angin kencang, dan gelombang hingga 4 meter.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait prakiraan cuaca Jawa Tengah 3 Maret 2026. Gelombang tinggi hingga 4 meter berpotensi di perairan selatan dan 2,5 meter dan potensi cuaca ekstrem
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
KEPALA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menyampaikan curah hujan pada Maret 2026 dan musim arus mudik Lebaran 2026 masih tergolong tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved