Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pakar Gizi Dorong Pendekatan Preventif Personal sebagai Kunci Sehat Jangka Panjang

Basuki Eka Purnama
24/12/2025 13:27
Pakar Gizi Dorong Pendekatan Preventif Personal sebagai Kunci Sehat Jangka Panjang
Ilustrasi(Freepik)

MENJELANG pergantian tahun, tren kebugaran dan konsumsi suplemen sering kali membuat masyarakat merasa kewalahan. Menanggapi hal tersebut, pakar gizi menekankan pentingnya beralih ke pendekatan kesehatan yang lebih sederhana, preventif, dan disesuaikan dengan kebutuhan unik setiap individu.

Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife, Dr. Vipada Sae-Lao, menegaskan bahwa perjalanan menuju hidup sehat tidak dapat diseragamkan. Perbedaan kondisi tubuh, gaya hidup, hingga ritme aktivitas sehari-hari membuat strategi kesehatan yang efektif bagi seseorang belum tentu cocok bagi orang lain.

“Tujuan utamanya adalah membantu individu menyusun resolusi kesehatan yang selaras dengan gaya hidup dan kebutuhan tubuh masing-masing, agar dapat mencapai keseimbangan jangka panjang,” ujar Sae-Lao dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (24/12).

Prioritas pada Kesehatan Preventif

Saat ini, kesadaran masyarakat terhadap tindakan pencegahan semakin meningkat. Merujuk pada hasil Survei Herbalife Asia-Pacific Responsible Supplementation terbaru, sebanyak 92% responden di kawasan Asia Pasifik kini menempatkan kesehatan preventif sebagai prioritas utama mereka.

Menurut Sae-Lao, investasi kesehatan tidak selalu menuntut perubahan besar yang drastis. Fondasi utama kesehatan justru terletak pada konsistensi dalam membangun kebiasaan sehari-hari, seperti pola makan seimbang, aktivitas fisik yang menyenangkan, kualitas tidur yang baik, hidrasi yang cukup, hingga kemampuan mengelola stres.

Ia menambahkan bahwa tubuh akan bekerja secara optimal jika mendapatkan asupan yang sesuai dengan metabolisme dan preferensi individu, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang populer. 

Nutrisi yang dibutuhkan mencakup protein berkualitas, karbohidrat sehat, lemak esensial, serat, serta mikronutrisi seperti vitamin, mineral, dan antioksidan.

Bijak Mengonsumsi Suplemen

Terkait maraknya konsumsi suplemen, Sae-Lao mengingatkan agar masyarakat tetap kritis. Meskipun survei menunjukkan 80% responden di Asia Pasifik rutin mengonsumsi suplemen, banyak di antaranya yang masih ragu dalam memilih produk yang tepat.

Ia menegaskan bahwa suplemen bukanlah pengganti pola makan utama. 

“Suplemen seharusnya berfungsi melengkapi kekurangan nutrisi, bukan mengikuti tren,” ujarnya. 

Ia pun menyarankan masyarakat untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi guna memastikan pilihan suplemen didasarkan pada sains dan sumber yang terpercaya.

Manajemen Stres dan Dukungan Teknologi

Selain faktor nutrisi, pengelolaan stres dan pemanfaatan teknologi menjadi pelengkap dalam gaya hidup sehat. Langkah sederhana seperti meditasi, mengambil jeda kerja, dan menjaga kualitas tidur sangat krusial karena stres berkepanjangan dapat merusak sistem imun serta keseimbangan hormon.

Di sisi lain, penggunaan aplikasi pemantau aktivitas fisik dan asupan nutrisi dinilai dapat membantu masyarakat menjaga konsistensi. 

“Pendekatan kesehatan yang sederhana, konsisten, dan sesuai kebutuhan individu menjadi kunci untuk menjaga kesehatan jangka panjang,” tutup Sae-Lao. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik