Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Publikasi Ilmiah Dorong Solusi Nutrisi Berbasis Bukti untuk Kesehatan Masyarakat

Andhika Prasetyo
13/12/2025 18:27
Publikasi Ilmiah Dorong Solusi Nutrisi Berbasis Bukti untuk Kesehatan Masyarakat
Ilustrasi(Antara)

Upaya peningkatan kualitas nutrisi masyarakat Indonesia terus diperkuat melalui riset dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan. Sepanjang 2025, sebanyak 40 publikasi ilmiah tentang kesehatan dan nutrisi dirilis dan dipresentasikan di berbagai forum nasional maupun internasional. Riset-riset ini menyoroti isu krusial kesehatan masyarakat, mulai dari anemia, stunting, kesehatan pencernaan, praktik menyusui, hingga kesehatan ibu dan anak, sebagai fondasi pengembangan solusi nutrisi yang berdampak nyata.

Publikasi ilmiah tersebut tidak hanya berkontribusi pada pengayaan pengetahuan akademik, tetapi juga berperan sebagai rujukan berbasis bukti dalam mendorong intervensi nutrisi yang relevan dengan tantangan kesehatan di Indonesia. Melalui pendekatan ilmiah, berbagai temuan penelitian diarahkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak dan ibu, serta mendukung tumbuh kembang optimal sejak masa awal kehidupan.

Dalam konteks ini, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia menjadi salah satu pihak yang secara konsisten memanfaatkan riset sebagai dasar pengembangan solusi nutrisi. Beragam publikasi yang dihasilkan sepanjang tahun ini dipresentasikan di konferensi ilmiah internasional seperti European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (ESPGHAN) dan International Society for Pharmacoeconomics and Outcomes Research (ISPOR), serta forum nasional seperti Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Kesehatan Anak (PIT IKA) oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Melalui pendekatan berbasis sains, pengembangan produk nutrisi diarahkan untuk menjawab tantangan kesehatan utama, seperti kecukupan zat besi, pencegahan stunting, kesehatan pencernaan dan mikrobiota usus, serta pemenuhan nutrisi maternal. Setiap inovasi didukung oleh substansiasi ilmiah yang jelas, sehingga manfaat kesehatan yang dihadirkan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun praktis.

Medical and Scientific Affairs Director Danone SN Indonesia, Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menjelaskan bahwa publikasi ilmiah memiliki peran strategis dalam memastikan inovasi nutrisi benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, riset yang dilakukan bersama para ahli, institusi akademik, dan tenaga medis bertujuan menjembatani ilmu pengetahuan dengan solusi nyata di lapangan.

“Riset dan publikasi ilmiah menjadi dasar penting agar solusi nutrisi yang dihadirkan tidak hanya inovatif, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang terukur. Dengan pendekatan berbasis sains, intervensi nutrisi dapat lebih tepat sasaran dalam mendukung kesehatan anak dan ibu,” ujar Ray.

Salah satu temuan penting dari rangkaian publikasi tersebut terlihat pada studi intervensi anak usia 1-3 tahun di Jakarta yang mengevaluasi dampak konsumsi susu pertumbuhan terfortifikasi terhadap kecukupan zat besi. Penelitian yang dipresentasikan pada 57th Annual Meeting of ESPGHAN 2025 menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh anak yang mengonsumsi susu pertumbuhan terfortifikasi zat besi minimal dua kali sehari mampu mencapai 100% kecukupan zat besi harian, dibandingkan kelompok anak yang hanya mengandalkan asupan makanan harian.

Dokter Gizi Medik, Dian Novita Chandra, menjelaskan bahwa temuan ini penting mengingat kekurangan zat besi masih menjadi tantangan besar pada anak usia dini di Indonesia. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko anemia, mengganggu perkembangan kognitif, menurunkan performa belajar, hingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Karena itu, intervensi nutrisi berbasis bukti dinilai berperan penting dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Selain isu zat besi, sejumlah publikasi ilmiah juga menyoroti peran kesehatan pencernaan sebagai fondasi tumbuh kembang anak. Keseimbangan mikrobiota usus diketahui berpengaruh terhadap perkembangan sistem imun, fungsi kognitif, dan kesehatan jangka panjang. Dukungan nutrisi yang tepat sejak awal kehidupan menjadi kunci untuk menjaga fungsi saluran cerna secara optimal.

Dokter Spesialis Anak, Andy Darma, menekankan bahwa kesehatan pencernaan pada 1.000 hari pertama kehidupan memiliki kaitan erat dengan perkembangan otak, sosial-emosional, dan imunitas anak. Ia menyoroti peran prebiotik seperti FOS, GOS, dan inulin dalam membantu meningkatkan keragaman bakteri baik di usus, yang menjadi fondasi bagi tumbuh kembang anak yang lebih menyeluruh.

Rangkaian publikasi ilmiah ini menunjukkan bagaimana pendekatan berbasis riset dapat mendorong solusi nutrisi yang lebih tepat dan relevan bagi masyarakat. Melalui kolaborasi lintas disiplin dan konsistensi penelitian, solusi nutrisi yang dikembangkan diharapkan mampu berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Ke depan, riset dan edukasi gizi yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu keluarga Indonesia membuat keputusan nutrisi yang lebih tepat, mendukung optimalisasi masa emas pertumbuhan anak, serta berkontribusi dalam membentuk generasi yang lebih sehat dan berdaya saing. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik