Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memastikan para tenaga kesehatan (nakes) tetap melayani warga di Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning,Kabupaten Bener Meriah, Aceh yang masih terisolasi akibat bencana banjir Sumatra.
“Di tengah kondisi tersebut, pelayanan kesehatan tetap dilakukan. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Lampahan terus berusaha menembus wilayah terdampak untuk memastikan warga di kedua desa tetap memperoleh layanan kesehatan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman seperti dikutip di Jakarta, Sabtu (20/12).
Salah satu tenaga kesehatan,dokter gigi Puskesmas Lampahan, Indah Kaswara menyampaikan bahwa tantangan dalam memberikan layanan kesehatan untuk warga di dua desa itu, di antaranya adalah medan berat dengan risiko keselamatan yang tinggi.
”Medannya cukup berat, badan jalan longsor dan jembatan putus, sehingga akses menuju ke sana sangat terbatas. Tapi, kami tahu warga sangat membutuhkan layanan kesehatan,” ujar dia.
Selama masa tanggap bencana, Puskesmas Lampahan telah melakukan empat kali kunjungan ke dua desa terisolasi. Kunjungan dilakukan dengan sepeda motor dan berjalan kaki, melibatkan enam tenaga kesehatan yang terdiri atas koordinator puskesmas, dokter gigi, perawat, dan tenaga teknis.
“Kami tidak hanya melakukan pengobatan, tapi juga memastikan kondisi warga, terutama kelompok rentan, tetap terpantau. Kalau tidak didatangi, mereka sama sekali tidak punya akses ke layanan kesehatan,” ucap Indah.
Setibanya di lokasi, tim memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, pengobatan, serta pemantauan terhadap lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Tim juga mendistribusikan obat-obatan serta paket sikat dan pasta gigi, khususnya bagi warga di posko pengungsian, untuk mendukung kebersihan dan kesehatan gigi selama masa darurat.
“Pelayanan ini masih berlangsung, dan beberapa waktu ke depan akan terus kami lakukan sampai akses ke desa benar-benar dapat dilalui dengan aman,” katanya.
Upaya tersebut menjadi wujud komitmen tenaga kesehatan untuk tetap hadir di tengah masyarakat serta memastikan layanan kesehatan menjangkau warga di wilayah terisolasi setelah bencana. (Ant/M-1)
KETUA Umum PB IDI Slamet Budiarto, menilai masih banyaknya masyarakat yang lebih memilih berobat di luar negeri karena masih lemahnya sistem kesehatan di Tanah Air.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
BENCANA banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat benar-benar membawa luka mendalam dan dampak pada berbagai sisi kehidupan.
BPJS Kesehatan menyatakan kesiapan mendukung arah kebijakan baru Kementerian Kesehatan terkait perubahan sistem rujukan pelayanan kesehatan.
Kemenkes mencatat masih banyak rumah sakit daerah yang belum memenuhi ketersediaan tujuh dokter spesialis dasar. Saat ini, baru sekitar 74 persen dari total 614 rumah sakit
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan penyelesaian masalah BPJS dapat dilakukan tanpa menunggu Perpres.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, memaparkan lokasi 66 rumah sakit tersebut tersebar di berbagai wilayah.
Ia mengatakan sebagai upaya pencegahan virus Nipah maka yang bisa dilakukan yaitu menjaga protokol kesehatan, dan mengetahui cara penularannya.
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved