Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto, menilai masih banyaknya masyarakat yang lebih memilih berobat di luar negeri karena masih lemahnya sistem kesehatan di Tanah Air.
Ia melihat negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura memiliki sistem kesehatan yang lebih baik dalam infrastruktur, pembiayaan, hingga logistik sehingga menunjang pelayanan kesehatan.
"Itu kelemahan sistem dan pembiayaan kita. Pelayanan kesehatan baik atau tidak tergantung negara. Kalau Malaysia dan Singapura pembiayaannya bagus. Kalau kita BPJS Kesehatan sangat minimal," kata Slamet saat dihubungi, Minggu (1/2).
Sehingga pelayanan yang baik sangat ditentukan oleh sistem, pembiayaan, dan SDM yang baik. Ia juga menilai bahwa SDM atau dokter-dokter di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah saing dengan dokter dari negara lain.
"SDM kita sudah pandai-pandai. Tapi karena pembiayaan kurang baik, sistemnya enggak baik, outputnya jadi kurang baik. Jadi tugasnya pemerintah dalam hal pembiayaan dan pembuatan sistem," ungkapnya.
Khususnya Kementerian Kesehatan yang dinilai harus fokus pada perbaikan sistem rujukan, logistik farmasi, pajak rumah sakit, dan sebagainya karena itu satu kesatuan.
"Jadi kalau SDM saya kira dokter-dokter kita udah handal.Hanya saja terbentur oleh pembiayaan yang sangat kecil, yang kedua adalah sistemnya belum baik," pungkasnya. (H-3)
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
BENCANA banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat benar-benar membawa luka mendalam dan dampak pada berbagai sisi kehidupan.
Kemenkes menyatakan bahwa nakes Kemenkes menyatakan nakes tetap melayani warga di Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning,Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
BPJS Kesehatan menyatakan kesiapan mendukung arah kebijakan baru Kementerian Kesehatan terkait perubahan sistem rujukan pelayanan kesehatan.
Kemenkes mencatat masih banyak rumah sakit daerah yang belum memenuhi ketersediaan tujuh dokter spesialis dasar. Saat ini, baru sekitar 74 persen dari total 614 rumah sakit
Populasi perempuan, misalnya, memegang lebih dari 70% keputusan kesehatan keluarga, namun keterlibatan strategis mereka dalam Musrenbang masih sangat lemah.
Keberlanjutan pendanaan program dan peningkatan akses terhadap pengobatan inovatif, seperti terapi Trastuzumab, penting dalam penanganan kanker payudara.
Di Indonesia, kanker paru menyumbang 9,5% dari seluruh kasus kanker serta menjadi penyebab 14,1% kematian akibat kanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved