Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca hari ini, Sabtu, 20 Desember 2025. Sejumlah wilayah di Indonesia diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai angin kencang dan petir, akibat pengaruh dinamika atmosfer yang cukup signifikan.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi cuaca adalah Bibit Siklontropis 93S yang terpantau di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dengan tekanan udara minimum 998 hektopaskal dan bergerak ke arah barat daya.
BMKG menyebut, dalam 24 jam ke depan, bibit siklon ini berpotensi berkembang menjadi siklontropis dengan kategori sedang hingga tinggi. Dampaknya, kecepatan angin di sekitar sistem dapat meningkat hingga lebih dari 25 knot, terutama di wilayah perairan selatan Jawa, yang berisiko menimbulkan gelombang tinggi.
Selain bibit siklon, BMKG juga memantau adanya pusat tekanan rendah di Teluk Karpentaria. Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi yang memanjang dari perairan Maluku hingga Laut Arafura.
Tak hanya itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di perairan barat Aceh serta perairan utara Kalimantan. Kondisi tersebut membentuk daerah konvergensi dari perairan barat Aceh hingga Samudera Hindia Barat Aceh, serta dari perairan barat Kalimantan hingga Kalimantan Barat. Kombinasi fenomena ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah daerah berikut:
Sementara wilayah lainnya berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan genangan, terutama di daerah rawan bencana hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang akan melakukan perjalanan selama periode libur Natal dan Tahun Baru, untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, serta gelombang tinggi di wilayah perairan.
(BMKG/P-4)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah pada 10 hari (dasarian) terakhir di Januari 2026.
BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang mengguyur seluruh wilayah Jakarta hari ini, 21 Januari 2026. Cek jadwal hujan dan suhu udara di sini.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca cerah berawan sampai hujan intensitas ringan mendominasi sejumlah wilayah Indonesia pada 21 Januari 2026.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
CUACA ekstrem masih berpotensi di 20 daerah Selasa (20/1), hingga berdampak bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Di Jakarta Utara, satu RT di Kelurahan Ancol ketinggian air mencapai 25 sentimeter (cm), sementara di Jakarta Barat, tiga RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian hingga 60 cm.
Hujan mengguyur ibukota sejak Minggu, 18 Januari 2026 dini hari, membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Salah satu titiknya berada di Jembatan Tiga hingga Jalan Pluit Selatan Raya.
Langkah darurat yang segera dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca dengan mengerahkan tiga pesawat guna mengurangi intensitas hujan.
OMC bukanlah solusi sapu jagat. Dia hanya merupakan bagian dari penanganan banjir yang melibatkan unsur-unsur lebih luas lagi.
BMKG: Rekayasan atau modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved