Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Antisipasi Penyakit Menular harus Dimulai

Atalya Puspa    
09/12/2025 19:43
Antisipasi Penyakit Menular harus Dimulai
Lokasi pengungsian.(Antara)

SUDAH hampir dua pekan sejak banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat. Meski penanganan darurat masih berlangsung, aspek kesehatan masyarakat harus segera beralih pada antisipasi kemungkinan munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular.

Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI dan mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, menyampaikan bahwa potensi KLB pascabencana perlu mendapat perhatian serius. Ia merujuk pada publikasi ilmiah terbaru dalam Journal of Microbiology edisi Oktober 2025 berjudul <i>Flood-associated disease outbreaks and transmission in Southeast Asia<p>, yang memaparkan pola penyakit menular setelah banjir di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

PICU KLB
Pertama, menurut hasil penelitian tersebut, ada sejumlah penyakit yang secara ilmiah terbukti kerap memicu KLB pascabanjir. “Mikroorganisme penyebab KLB utamanya adalah Leptospira, Salmonella Typhi, Vibrio cholerae, Hepatitis A, dan parasit,” kata Tjandra. 

Ia menekankan pelaporan jenis mikroorganisme yang beredar saat ini di daerah terdampak penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.

Kedua, air banjir berpotensi membawa tiga jenis kontaminan utama yaitu: feses manusia, limbah berbagai sumber, serta patogen berbahaya dari hewan. Ketiganya dapat berkontak langsung dengan warga di lokasi bencana dan menjadi sumber penularan penyakit.

Ketiga, genangan setelah banjir berisiko meningkatkan kasus penyakit tular vektor, khususnya demam berdarah dengue (DBD) dan malaria. 

FAKTOR TAMBAHAN
Keempat, situasi pascabencana dapat diperburuk oleh lima faktor tambahan. “Yang pertama adalah tidak berjalannya sistem jaminan air bersih, kesehatan lingkungan, dan sanitasi. Kedua, terjadinya resistensi antimikroba. Ketiga, berbagai gangguan fisik dan mental para pengungsi. Keempat, penuhnya kerumunan di tempat pengungsian, dan kelima adalah terganggunya pelayanan kesehatan karena kerusakan fasilitas serta keterbatasan tenaga,” jelasnya.

Kelima, artikel ilmiah yang dirujuk juga mencatat enam kejadian peningkatan kasus penyakit menular di Asia Tenggara sepanjang 2024–2025 akibat banjir atau hujan ekstrem, tiga di antaranya terjadi di Indonesia. Penyakit yang muncul mencakup leptospirosis, dengue, diare, dan bahkan kolera.

LAYANAN KESEHATAN GRATIS
Baznas Tapanuli Tengah menyediakan Pos Layanan Kesehatan Baznas untuk warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.

"Kami melayani masyarakat terdampak banjir dan longsor. mereka banyak yang sakit setelah bencana usai. Kami mendatangkan dokter, perawat dan obat-obatan dari Medan," ujar Ketua Baznas Tap Teng, Syahfari Hasibuan di Pos Layanan Kesehatan Baznas, Kel. Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan, Tapteng. 

Dia menjelaskan, layanan kesehatan Baznas Tapteng berdekatan dengan Dapur Umum yg di buat oleh Baznas Tapanuli Tengah, sedangkan  biaya tanggulangi bekerja sama Baznas Tapteng dan Baznas RI dan Dapur Air. 

"Ini agar pelayanan terhadap penyintas bencana lebih maksimal. Untuk melengkapi, kami membuka Pos Layanan Kesehatan Baznas Tapanuli Tengah di Kelurahan Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan,  Kabupaten Tapteng," kata dia. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik