Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, menegaskan bahwa koordinasi antarinstansi berjalan baik sejak hari pertama bencana. Hal ini membuat pelayanan kesehatan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terarah.
“Hingga saat ini, kami belum menemukan adanya penyakit menular di lokasi pengungsian. Setiap pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut langsung kami rujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lengkap,” ujar Lisnawati kepada Media Indonesia, Jumat (5/12).
Selain fokus pada penanganan darurat, Lisnawati juga memastikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam untuk memikirkan dampak jangka panjang. Dinas Kesehatan berencana mengajukan proposal pengadaan alat kesehatan dan perbaikan sarana prasarana puskesmas yang rusak akibat bencana.
Proposal ini akan dikirim ke Kementerian Kesehatan paling lambat satu minggu ke depan, sejalan dengan arahan Dinas Kesehatan Sumatra Utara.
Sementara itu, persediaan obat-obatan bagi para pengungsi dinilai masih mencukupi untuk kebutuhan pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat berlangsung.
Langkah cepat dan terkoordinasi ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah hadir secara nyata dalam menjaga kesehatan dan keselamatan warga terdampak bencana.
Sementara itu, di tengah luka besar yang ditinggalkan banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, satu kabar menenangkan datang dari sektor kesehatan.
Sebanyak 372 tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, tenaga kesehatan puskesmas, serta personel kesehatan TNI dan Polri telah dikerahkan untuk memastikan setiap warga di pengungsian mendapatkan perawatan yang layak. (H-1)
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
KETAKUTAN akan datangnya banjir susulan membuat warga Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, memilih membiarkan rumah mereka tetap dipenuhi sisa material banjir.
BANJIR dan tanah longsor melanda hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, sejak Senin (16/2) sore.
Upaya normalisasi sungai dinilai belum berjalan maksimal sehingga ancaman luapan air masih terus menghantui permukiman warga di Tapanuli Tengah, terutama saat curah hujan tinggi.
Hujan intensitas sedang hingga tinggi memicu banjir di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Warga mengungsi, listrik padam di sejumlah wilayah.
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, kembali memicu banjir di Desa Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Rabu (11/2) sekitar pukul 18.35 WIB.
Paket yang dibagikan mencakup perlengkapan teknis untuk perbaikan rumah dan pembersihan sisa material banjir (rubble removal).
HUJAN deras yang kembali mengguyur Kota Sibolga membuat Sungai Aek Doras di Kelurahan Sibolga Julu meluap, Jumat (2/1).
Pada periode 11–21 Desember 2025, tercatat 633 unit rumah rusak, dengan 311 di antaranya mengalami kerusakan berat yang membuat warga kehilangan tempat tinggal.
AKSES jalan penghubung dari Kabupaten Tapanuli Utara menuju Kota Sibolga, Sumatra Utara, masih terputus hingga Rabu (24/12). Perbaikan tetap dilanjutkan meski dalam suasana perayaan Natal.
TIM gabungan menemukan jasad seorang bocah perempuan yang tertimbun longsor selama 29 hari di belakang Masjid Budi Sehati, Sibolga, Sumut
Meskipun diterjang bencana alam, Lapas Sibolga memastikan seluruh proses pengamanan berjalan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved