Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Habitat for Humanity Indonesia bergerak cepat dalam fase pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara pada akhir 2025. Melalui dukungan para donatur, Habitat Indonesia menyalurkan bantuan berupa 200 paket shelter kits & Rubble Removal dari total target 1000 paket untuk keluarga terdampak di wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah, dan sekitarnya. Aksi kemanusiaan ini terwujud berkat dukungan dana dari para donatur.
Momentum distribusi bantuan ini juga diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Habitat for Humanity Indonesia dengan Kota Sibolga yang diwakili oleh Akhmad Syukri Nazry Penarik, S.Pd., M.H., selaku Walikota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, yang diwakili oleh Masinton Pasaribu, S.H., selaku Bupati Tapanuli Tengah.
Kerja sama resmi ini dilakukan untuk mensinergikan data penerima manfaat serta memastikan bahwa proses pemulihan fisik rumah warga berjalan selaras dengan rencana tata ruang dan mitigasi bencana pemerintah daerah. Dengan dukungan legalitas ini, Habitat Indonesia mendapatkan akses lebih luas dalam mengoordinasikan bantuan teknis dan logistik di lapangan.
Distribusi bantuan dipimpin langsung oleh Handoko Ngadiman, National Director Habitat for Humanity Indonesia, dan Arwin Soelaksono, Program Director Habitat for Humanity Indonesia guna memastikan perlengkapan diterima langsung oleh keluarga yang membutuhkan untuk memulai perbaikan hunian secara mandiri.
"Distribusi shelter kit ini hanyalah langkah awal dari komitmen jangka panjang kami di Sumatera Utara. Melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, kami memastikan bahwa proses pemulihan ini tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan selaras dengan mitigasi bencana daerah. Fokus kami adalah keberlanjutan; kami tidak hanya membangun kembali fisik bangunan, tetapi juga membangun ketangguhan komunitas terutama peran perempuan agar mereka mampu menjaga dan mewariskan hunian yang lebih aman bagi generasi mendatang,” ujar Handoko Ngadiman, National Director Habitat for Humanity Indonesia.
Berdasarkan kebutuhan di lapangan, paket yang dibagikan mencakup perlengkapan teknis untuk perbaikan rumah dan pembersihan sisa material banjir (rubble removal).
Bantuan paket berisi:
• Material Pelindung: 2 lembar terpal ukuran 4x6 meter dan 15 lembar karung kapasitas 50 kg.
• Perangkat Pertukangan: Palu/martil sedang, gergaji kayu, linggis, sekop, cangkul lengkap
dengan gagang, serta 2 kg paku (ukuran 7 cm dan 10 cm).
• Alat Keamanan Kerja: 3 rol tali tambang, 1 lusin sarung tangan, serta masing-masing 2 buah helm proyek, sepatu booth, dan kacamata safety untuk menjamin keselamatan warga saat bekerja.
Selain bantuan per keluarga, Habitat juga menyediakan Community Shelter Kit yang mencakup peralatan bersama seperti kereta sorong (wheelbarrow) sebanyak 5 unit per kelompok untuk mempercepat
pembersihan lingkungan.
Penyaluran Shelter Kit ini menandai dimulainya komitmen jangka panjang Habitat Indonesia selama satu tahun ke depan yang berfokus berfokus kepada perbaikan rumah dan retrofitting serta pembangunan hunian baru pada tahun kedua. (H-2)
Penyaluran ini merupakan kelanjutan dari bantuan tahap pertama sebagai respons awal bencana.
Penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Kota Semarang terhadap para penyintas bencana banjir di Sumatra dan Aceh yang dititipkan melalui Baznas RI.
Bantuan ini merupakan simbol solidaritas dan penguatan ukhuwah antarwilayah dalam membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
Penyaluran bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, terutama sembako serta perlengkapan sekolah untuk anak-anak.
Bantuan yang disalurkan antara lain paket sembako, shelter kits (terpal, tikar, paku dan lain-lain), cooking utensils (alat masak), dan hygiene kits.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved