Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Tim Gabungan Temukan Jasad Bocah Perempuan Korban Longsor Sibolga

Yoseph Pencawan
24/12/2025 17:14
Tim Gabungan Temukan Jasad Bocah Perempuan Korban Longsor Sibolga
Ket foto: Penemuan jasad bocah perempuan yang sudah tertimbun longsor selama 29 hari di Kelurahan Pancuran Gerobak, Sibolga Sambas, Sibolga, Sumut, Selasa (23/12).(Yoseph Pencawan/MI)

TIM gabungan menemukan jasad seorang bocah perempuan yang tertimbun longsor selama 29 hari di belakang Masjid Budi Sehati, Jalan S.M. Raja, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumut, Selasa (23/12). Jenazah ditemukan setelah proses pencarian selama hampir lima jam pada hari penemuan.

Korban diketahui bernama Sofia Anggraini, warga yang berdomisili di sekitar lokasi kejadian. Bocah perempuan berusia 12 tahun itu dilaporkan hilang sejak bencana longsor melanda kawasan tersebut pada 25 November 2025.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban. Dia juga mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian.

"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban. Polda Sumut mengapresiasi sinergi seluruh personel gabungan serta partisipasi masyarakat yang dengan penuh kepedulian dan semangat kemanusiaan membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan," ujarnya, Rabu (24/12).

Pencarian korban dipimpin langsung Kapolsek Sibolga Sambas Iptu Marwa dan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Proses pencarian dilakukan secara manual dengan mempertimbangkan kondisi tanah yang labil serta potensi longsor susulan di kawasan permukiman padat penduduk tersebut.

Tim gabungan yang terlibat terdiri dari personel Polri, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sibolga, serta masyarakat sekitar Masjid Budi Sehati. Penggalian difokuskan pada titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban.

Sekitar pukul 14.15 WIB, tim menemukan satu jenazah anak perempuan yang tertimbun material longsor. Proses evakuasi kemudian dilakukan sesuai prosedur penanganan bencana.

Ferry mengatakan pencarian sejak awal dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan. Dia menyebut kondisi tanah yang tidak stabil menjadi tantangan utama selama proses pencarian.

"Sejak awal, pencarian dilakukan secara hati-hati karena kondisi tanah yang labil. Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan dan selanjutnya dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur," ungkapnya.

Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa untuk penanganan lanjutan. Selama proses pencarian dan evakuasi, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif dengan pengamanan dari aparat kepolisian bersama unsur terkait.

Ferry mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya di wilayah rawan longsor. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda yang dapat membahayakan keselamatan lingkungan sekitar. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya