Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga akhirnya pulih. Setelah 13 hari terhenti akibat bencana banjir hebat, lapas kembali membuka layanan kunjungan bagi keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP), Selasa (9/12).
Pembukaan layanan ini menjadi momen yang paling dinanti, baik oleh WBP maupun keluarganya, setelah Lapas sempat menutup total akses kunjungan karena ditetapkan dalam kondisi darurat bencana.
Kepala Lapas Sibolga, Tri Purnomo, menjelaskan bahwa banjir parah yang melanda wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) dipicu oleh hujan deras berkepanjangan.
Ketinggian air dilaporkan sempat mencapai bahu orang dewasa, merendam area dalam lapas dan menyebabkan fasilitas itu terisolasi total selama dua hari.
"Banjir parah yang terjadi sebelumnya dipicu oleh hujan deras berkepanjangan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Tinggi air bahkan dilaporkan mencapai bahu orang dewasa, termasuk merendam area dalam lapas," kata Kalapas Tri Purnomo.
Meskipun diterjang bencana alam, Lapas Sibolga memastikan seluruh proses pengamanan berjalan baik.
Tercatat terdapat 954 warga binaan dan 109 petugas yang berada di dalam lapas selama masa kejadian. Kalapas memastikan tidak ada korban jiwa, baik dari WBP maupun petugas, dan kondisi WBP tetap terkendali.
Setelah kondisi lingkungan dan operasional kembali normal, layanan kunjungan dibuka kembali dengan jadwal seperti biasa. Namun, sebagai bagian dari pemulihan operasional pascabencana, layanan penitipan barang untuk sementara masih ditutup.
Pada hari pertama pembukaan kembali, suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti pertemuan antara WBP dan keluarga. Bagi warga binaan, pertemuan ini menjadi penyemangat setelah hampir dua pekan diliputi ketidakpastian akibat bencana.
Kalapas Sibolga dan jajaran turut menyambut dan menyapa para keluarga yang datang, memberikan dukungan moral pascamusibah.
“Layanan kunjungan berjalan aman dan kondusif. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik meski baru pulih dari bencana,” ujar Kalapas Tri Purnomo.
Meski demikian, jumlah pengunjung pada hari pertama relatif rendah, hanya tercatat 104 orang keluarga WBP yang hadir. Kendala utama yang dihadapi adalah akses jalan menuju Sibolga dari Tarutung belum dapat ditembus, memaksa pengunjung dari luar kota memutar jauh melalui Subulussalam, Aceh. Kondisi ini membuat sebagian besar keluarga WBP yang berada di luar Sibolga belum dapat berkunjung.
Dengan mulai pulihnya situasi dan berangsur stabilnya cuaca, pihak Lapas berharap layanan kunjungan dapat kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat, termasuk membuka kembali layanan penitipan barang. (Z-1)
HUJAN deras yang kembali mengguyur Kota Sibolga membuat Sungai Aek Doras di Kelurahan Sibolga Julu meluap, Jumat (2/1).
Pada periode 11–21 Desember 2025, tercatat 633 unit rumah rusak, dengan 311 di antaranya mengalami kerusakan berat yang membuat warga kehilangan tempat tinggal.
AKSES jalan penghubung dari Kabupaten Tapanuli Utara menuju Kota Sibolga, Sumatra Utara, masih terputus hingga Rabu (24/12). Perbaikan tetap dilanjutkan meski dalam suasana perayaan Natal.
TIM gabungan menemukan jasad seorang bocah perempuan yang tertimbun longsor selama 29 hari di belakang Masjid Budi Sehati, Sibolga, Sumut
Bantuan makanan dan minuman, menurutnya, memang menyelamatkan mereka dari kelaparan. Namun, bantuan itu belum mampu menjawab kegelisahan yang lebih dalam tentang masa depan korban.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved