Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua DPR RI, Adies Kadir, mengajak para pelaku industri pasar modal dan investor untuk ikut memperkuat pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ajakan ini disampaikan saat ia menjadi Keynote Speaker dalam CNBC Financial Forum yang digelar di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/12).
Dalam kesempatan tersebut, Adies menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas jatuhnya korban dan kerusakan yang luas di tiga provinsi tersebut. Ia menekankan bahwa duka tidak boleh berhenti hanya pada ungkapan, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang cepat, tepat, dan terukur.
“Kita membutuhkan tindakan nyata yang cepat, tepat, dan terukur. Karena itu saya mengajak para investor dan pelaku pasar modal untuk bersama-sama memperkuat pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar," kata Adies dalam keterangan yang diterima, Kamis (4/12).
Pernyataan tersebut disampaikan Adies di hadapan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, serta Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu yang turut hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut.
Kehadiran para pemimpin otoritas keuangan ini memperlihatkan kuatnya perhatian sektor keuangan terhadap situasi nasional, termasuk dampak bencana.
Adies menyoroti beratnya kondisi di lapangan, mulai dari akses jalan yang terputus, wilayah yang terisolasi, hingga terganggunya pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi. Menurutnya, pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendirian dalam menghadapi situasi ini.
“Dunia usaha memiliki kapasitas dan fleksibilitas yang dapat membantu mempercepat proses rehabilitasi dan pemulihan. Ini momentum bagi sektor swasta untuk menunjukkan kontribusi terbaiknya,” tegasnya.
Ia berharap dukungan melalui program CSR maupun kemitraan strategis dari sektor keuangan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak.
"Ini bukan hanya tanggung jawab ekonomi. Ini adalah kerja kemanusiaan yang harus kita lakukan bersama,” ujar Adies.
Adies menilai kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan investor akan mempercepat pemulihan tiga provinsi yang kini sedang berupaya bangkit dari dampak bencana. (P-4)
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sinyal bahaya menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.
Masih banyak trader masuk ke pasar saham tanpa pemahaman matang sehingga cenderung mengambil keputusan emosional.
Penguatan ini terjadi setelah saham REAL sempat terkoreksi menyusul sanksi administratif yang dikenakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Presiden Prabowo sangat marah atas gejolak IHSG setelah MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia. Pemerintah bertekad jaga kredibilitas pasar modal.
Momentum ini menjadi titik awal pembenahan internal yang lebih komprehensif, dengan fokus pada penguatan GCG agar operasional perusahaan semakin terstruktur dan akuntabel.
Pembangunan huntap menjadi urgensi utama mengingat kebutuhan mendesak warga akan tempat tinggal yang permanen.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah keberlanjutan proses reformasi di institusi Polri, Kejaksaan, hingga lembaga peradilan.
Pemerintah pusat harus segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang diskresi hukum guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Pemkab Tanah Datar mengusulkan kebutuhan anggaran pemulihan pascabencana ke pemerintah pusat sekitar Rp1,4 triliun.
WAKIL Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendorong pemerintah untuk segera membentuk badan khusus guna menangani dampak bencana Sumatra
Mendagri Tito Karnavian meminta praja IPDN menerapkan ilmu pemerintahan untuk membantu pemulihan Aceh Tamiang pascabencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved