Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Makan Bergizi Gratis Hak seluruh Anak Bangsa

Ficky Ramadhan
22/11/2025 09:55
Makan Bergizi Gratis Hak seluruh Anak Bangsa
Ilustrasi(ANTARA/IRWANSYAH PUTRA)

PEMERINTAH terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan inklusif. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, agenda penguatan SDM ditempatkan sebagai prioritas nasional.

Salah satu program strategis yang menjadi pilar utama dalam kebijakan tersebut adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan, melainkan juga sebagai upaya memperkuat kualitas SDM Indonesia secara menyeluruh.

Pemerintah memandang bahwa pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi esensial untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Dengan terpenuhinya asupan sejak usia dini, anak-anak Indonesia diharapkan mampu tumbuh dengan optimal dan siap menghadapi tantangan global.

Seiring penguatan program, Badan Gizi Nasional (BGN) pun juga telah meluncurkan kampanye nasional bertajuk "Makan Bergizi Hak Anak Indonesia" pada Senin (17/11) di Jakarta. Kampanye ini digagas untuk memperluas edukasi publik mengenai pentingnya gizi bagi anak sekolah sekaligus menegaskan bahwa makanan bergizi bukan sekadar bantuan, tetapi hak dasar yang wajib dipenuhi oleh negara dan masyarakat.

Kepala BGN, Dadan Hindayana menekankan bahwa kampanye tersebut adalah ajakan kolektif bagi seluruh elemen bangsa.

"Kampanye ini adalah gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, orang tua, guru, dan komunitas untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam pemenuhan hak gizinya," kata Dadan dalam keterangannya, dikutip Jumat (21/11).

Sejalan dengan visi Presiden, lanjut Dadan, pemenuhan gizi adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. "Asupan yang tepat tidak hanya membuat anak sehat secara fisik, tetapi juga memperkuat kemampuan intelektual dan ketahanan mental mereka. Ini menjadi fondasi utama untuk membentuk generasi penerus yang kuat," tegasnya.

Kampanye ini diperkuat dua pesan utama, yaitu "anak kenyang, anak siap belajar" dan "gizi bukan bantuan, ini hak." Pesan tersebut menegaskan keterkaitan langsung antara kecukupan gizi dengan fokus belajar anak serta kewajiban moral seluruh pihak untuk memenuhi hak tersebut.

"Kecukupan gizi membantu anak berkonsentrasi, memahami pelajaran, dan menyerap informasi secara efektif," ujarnya.

Selain aspek kesehatan dan pendidikan, kampanye juga menyoroti peran Program MBG dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia menyebut bahwa program ini menciptakan rantai pasok baru yang menyerap produk tani, ternak, dan perikanan lokal dalam skala masif dan berkelanjutan.

"MBG menjadi katalis ekonomi yang memberi manfaat ganda, yaitu memastikan anak mendapat asupan sehat sambil memberdayakan petani dan UMKM untuk memperkuat ekonomi desa," tutur Dadan.

Sejak diluncurkan pada Januari 2025, program ini telah menjangkau jutaan anak sekolah di seluruh Indonesia. Pemerintah memastikan setiap sekolah bekerja sama dengan penyedia makanan lokal yang wajib memenuhi standar gizi Kementerian Kesehatan.

Program MBG juga mendapat pengakuan internasional, termasuk dari UNICEF dan WFP sebagai salah satu inisiatif pemberian makan terbesar di dunia. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa Indonesia tengah melakukan lonjakan signifikan dalam revolusi gizi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan fondasi yang kuat pada aspek gizi, pendidikan, dan ekonomi, program ini berdiri sebagai salah satu instrumen penting dalam mempersiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat, lebih kuat, dan siap bersaing secara global. Pemerintah berharap langkah berkelanjutan ini dapat mempercepat perjalanan bangsa menuju Indonesia yang maju pada 2045. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya