Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan inklusif. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, agenda penguatan SDM ditempatkan sebagai prioritas nasional.
Salah satu program strategis yang menjadi pilar utama dalam kebijakan tersebut adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan, melainkan juga sebagai upaya memperkuat kualitas SDM Indonesia secara menyeluruh.
Pemerintah memandang bahwa pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi esensial untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Dengan terpenuhinya asupan sejak usia dini, anak-anak Indonesia diharapkan mampu tumbuh dengan optimal dan siap menghadapi tantangan global.
Seiring penguatan program, Badan Gizi Nasional (BGN) pun juga telah meluncurkan kampanye nasional bertajuk "Makan Bergizi Hak Anak Indonesia" pada Senin (17/11) di Jakarta. Kampanye ini digagas untuk memperluas edukasi publik mengenai pentingnya gizi bagi anak sekolah sekaligus menegaskan bahwa makanan bergizi bukan sekadar bantuan, tetapi hak dasar yang wajib dipenuhi oleh negara dan masyarakat.
Kepala BGN, Dadan Hindayana menekankan bahwa kampanye tersebut adalah ajakan kolektif bagi seluruh elemen bangsa.
"Kampanye ini adalah gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, orang tua, guru, dan komunitas untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam pemenuhan hak gizinya," kata Dadan dalam keterangannya, dikutip Jumat (21/11).
Sejalan dengan visi Presiden, lanjut Dadan, pemenuhan gizi adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. "Asupan yang tepat tidak hanya membuat anak sehat secara fisik, tetapi juga memperkuat kemampuan intelektual dan ketahanan mental mereka. Ini menjadi fondasi utama untuk membentuk generasi penerus yang kuat," tegasnya.
Kampanye ini diperkuat dua pesan utama, yaitu "anak kenyang, anak siap belajar" dan "gizi bukan bantuan, ini hak." Pesan tersebut menegaskan keterkaitan langsung antara kecukupan gizi dengan fokus belajar anak serta kewajiban moral seluruh pihak untuk memenuhi hak tersebut.
"Kecukupan gizi membantu anak berkonsentrasi, memahami pelajaran, dan menyerap informasi secara efektif," ujarnya.
Selain aspek kesehatan dan pendidikan, kampanye juga menyoroti peran Program MBG dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia menyebut bahwa program ini menciptakan rantai pasok baru yang menyerap produk tani, ternak, dan perikanan lokal dalam skala masif dan berkelanjutan.
"MBG menjadi katalis ekonomi yang memberi manfaat ganda, yaitu memastikan anak mendapat asupan sehat sambil memberdayakan petani dan UMKM untuk memperkuat ekonomi desa," tutur Dadan.
Sejak diluncurkan pada Januari 2025, program ini telah menjangkau jutaan anak sekolah di seluruh Indonesia. Pemerintah memastikan setiap sekolah bekerja sama dengan penyedia makanan lokal yang wajib memenuhi standar gizi Kementerian Kesehatan.
Program MBG juga mendapat pengakuan internasional, termasuk dari UNICEF dan WFP sebagai salah satu inisiatif pemberian makan terbesar di dunia. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa Indonesia tengah melakukan lonjakan signifikan dalam revolusi gizi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan fondasi yang kuat pada aspek gizi, pendidikan, dan ekonomi, program ini berdiri sebagai salah satu instrumen penting dalam mempersiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat, lebih kuat, dan siap bersaing secara global. Pemerintah berharap langkah berkelanjutan ini dapat mempercepat perjalanan bangsa menuju Indonesia yang maju pada 2045. (H-2)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
Kecukupan air bersih di sejumlah lokasi pengungsian masih belum merata. Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi anak dan keluarga.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan, rentetan kasus keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar hitungan statistik.
KPAI mendorong kepolisian mengecek pengabaian hak anak di olah TPK dalam insiden pesta rakyat pernikahan anak Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
MENURUT Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989, ada 10 hak dasar anak yang perlu dijamin oleh negara dan masyarakat, salah satunya adalah hak untuk bermain dan berekreasi.
Kriteria informasi yang layak bagi anak adalah informasi yang bersifat positif, mendukung tumbuh kembang anak, serta sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved